Tune Up Motor Bensin


Tune Up Motor Bensin


mesin bensin

Langkah Kerja Tune Up
1.      Langkah awal sebelum melakukan Tune Up Mesin
  • Pasang Fender-Sheet-Grill-Steering-Floor Cover
  • Vresneling harus netral (nol) dan Hand rem di pasang
  • Kendaraan di hidupkan dahulu sebelum melakukan penyetelan
2.      Prosedur Tune Up Mesin
A.    Pemeriksaan air pendingin mesin   
1.      Periksa permukaan air pendingin mesin.
Kalau tinggi air kurang atau di bawah tanda LOW, tambahkan air hingga mencapai tanda FULL.
2.       Periksa sistem pada tekanan 0,9 kg/cm² terhadap kebocoran. Dengan menggunakan radiator cap tester.
3.      Periksa kualitas air pendingin
Gantilah air pendingin jika sudah terlalu kotor.            
4.      Memeriksa tutup radiator
Tekanan pembukaan standar :
0,75 – 1,05 kg/cm² (10,7 – 14,9 psi)
Tekanan pembukaan minimum :
0,6 kg/cm2 (8,5 psi)
Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum, maka tutup radiator perlu diganti.

B.     Pemeriksaan Oli Mesin
1.      Memeriksa kualitas oli mesin
Periksa dari keadaan yang memburuk, mengandung air, berubah warna atau encer. Jika kualitasnya buruk maka gantilah oli mesin
2.      Memeriksa tinggi permukaan oli mesin
Berada antara tanda “L” dan “F” pada tongkat pengukur.
Jika terlalu rendah, periksa apakah ada kebocoran. Tambahkan oli mesin hingga tanda “F”.

C.    Pemeriksaan Elemen Saringan Udara
            Keluarkan elemen saringan udara dari rumah saringan udara
1.      Lihat/periksa apakah elemen saringan udara terlalu kotor, rusak atau basah terkena oli. Bila perlu gantilah elemen saringan udara.
2.      Bersihkan elemen saringan udara dengan kompressor.
Tekanan udara kompresor tidak lebih dari 4.0 Kg/cm2.
Gantilah elemen saringan udara kalau sudah terlalu kotor
3.      Pasang elemen saringan udara kedalam rumah saringan
4.      Kunci pengunci (klip) tutup saringan udara.

D.    Pemeriksaan Kabel Busi Dan Distributor
1.      Secara visual periksa kabel-kabel busi dari kelonggaran sambungan-sambungannya, keadaannya memburuk, retak atau kerusakan lainnya.
2.      Periksa tahanan kabel busi
Dengan menggunakan multimeter kurang dari 25 kW.

E.     Pemeriksaan Baterai
1.      Periksa keadaan kontak baterai dari kerusakan dan keretakan
Apabila terminal baterai berkarat, bersihkan menggunakan sikat kawat atau amplas halus
2.      Pemeriksaan permukaan elektrolit baterai
Kalau tinggi permukaan elektrolit baterai pada sel dibawah garis “LOWER”, tambahkan dengan air suling sampai garis “UPPER”
3.      Periksa berat jenis elektrolit baterai
Dengan hydrometer, ukur berat jenis elektrolit baterai pada tiap-tiap sel. Spesifikasi berat jenis. (keadaan terisi penuh pada suhu 200C = 1,25 atau lebih)
4.      Ventilasi tutup sel baterai
Disemprot dengan kompresor sampai lubang tidak tersumbat.

F.     Pemeriksaan busi
1.      Pemeriksaan elektroda busi
Ukur tahanan isolator busi dengan pengukur tahanan isolator busi. Minimum tahanan isolator : 15 M Ohm, kurang dari 15 M Ohm, ganti.
2.      Kalau pengukur tahanan isolator busi tidak ada
1)    Start mesin pengukur dan panaskan mesin
2)    Hidupkan mesin pada 4000 rpm (±5 detik)
3)    Lepaskan busi dan pemeriksa secara visual
Busi kering : berarti baik
Busi basah : bersihkan dengan spark plug cleaner
3.      Pemeriksaan celah elektroda busi
Ukur celah elektroda busi dengan feeler gauge
Celah elektroda busi:
NIPPONDENSO : 0.7 – 0.8 mm
N G K                   : 0.8 – 0.9 mm
Stel celah busi dengan cara membengkokkan bagian dasar elektroda negatif.
4.      Membersihkan busi
Menggunakan spark plug cleaner.
Tekanan udara : tidak lebih dari 6Kg/cm2
Lama pembersihan : kurang dari 20 detik
5.      Memasang busi-busi
Pasang busi-busi dan kencangkan sesuai dengan momen spesifikasi :
1.5 – 2.2 kgf.m
6.      Hubungkan kabel busi ke busi

G.    Pemeriksaan Tali Kipas
1.      Lihat/periksa tali kipas secara visual dari retak atau sobek. Bila perlu gantilah tali kipas.
2.      Ukurlah defleksi (ketegangan) tali kipas. Jika dibagian tengah antara alternator dengan pompa air ditekan dengan gaya 10 Kg (22 lb)
Spesifikasi tegangan tali kipas :
Tali kipas baru  : 3,5 – 5,5 mm (ditekan 10 kg)
Tali kipas lama : 4,5 – 6,5 mm (ditekan 10 kg)
Pemeriksaan kekencangan baut kepala silinder dan manifold
Intake Manifold       :    1,5 – 2,2 kgf/m
Exhaust Manifold    :    3,0 – 4,5 kgf/m
Kepala silinder        :   5.0 – 6,0 kgf/m
urutan pengencangan baut lihat gambar.

H.    Pemeriksaan Dan Penyetelan Katup
            Panaskan mesin ± 5 menit dan matikan.
1.      Lepaskan penutup kepala silinder dan mulailah menyetel celah katup
2.      Piston No.1 di set pada titik mati atas pada akhir langkah kompresi dengan cara:
a.       Tepatkan tanda titik pada flywheel dengan tanda timing pada plat mesin.
b.      Periksa apakah rocker arm silinder No.1 bebas. Cocokan tabel dibawah ini, periksa dan setel celah katup menggunakan feeler gauge. Tanda “O” menunjukkan katup-katup yang dapat distel.
c.       Putar poros engkol 360 derajat, lakukan penyetelan katup yang belum distel
3.      Memasang penutup kepala silinder
a.       Hapuslah oli dari permukaan gasket penutup kepala silinder.
b.      Periksa gasket penutup kepala silinder. Ganti gasket jika diperlukan.
c.       Periksa karet penyekat (grommet) tabung busi dari kerusakan. Ganti karet penyekat jika perlu.
d.      Pasang gasket kepala silinder diatas kepala silinder, berilah Threee Bond 1104 pada empat tempat diatas kepala silinder
e.       Pasang penutup kepala silinder pada kepala silinder.
f.       Kencangkan baut-baut kepala silinder.
Momen pengencangan : 0,3 – 0,5 kgf.m
g.      Kencangkan baut pengikat tutup timing belt.
Momen pengencangan : 0,2 – 0,4 kgf.m
h.      Pasangkan kabel busi, selang PCV, selang pengisian oli, klem selang radiator ke penutup kepala silinder.
i.        Start mesin dan pastikan bahwa mesin tidak ada gangguan, misalnya oli bocor.

I.       Pemeriksaan Distributor
1.      Periksa permukaan titik kontak platina
a.       Lepaskan kabel-kabel busi dan tutup distributor
b.      Lepaskan tutup distributor
c.       Lepaskan rotor
d.      Periksa permukaan titik kontak platina. Pastikan bahwa permukaan platina tidak berlebihan atau rusak.
2.      Memeriksa dweel angle
Rangkai dan bacalah dweel angle Dweel Angle : spesifikasi : 520
3.      Periksa vacuum advancer
a.       Lepaskan selang vacuum dari vacuum advancer
b.      Berilah tekanan negatif lebih dari 150 mmHg dan perika kerja vacuum advancer, kalau vacuum advancer tidak bekerja, perbaiki atau ganti.
c.       Hubungkan kembali selang vacuum ke vacuum advancer.
4.       Periksa governor advancer
a.       Pasang rotor ke distributor
b.      Putar rotor berlawanan dengan putaran jarum jam kemudian bebaskan. Pastikan bahwa rotor dapat berputar kembali ke posisi semula dengan baik. Seandainya rotor tidak dapat berputar kembali, perbaiki atau ganti rotor.
c.       Periksa kelonggaran rotor.
Perbaiki atau ganti rotor jika kelongggaran terlalu besar
5.      Periksa tutup distributor
Periksa tutup distributor dari keretakan. Periksa juga karbon elektroda tengah terhadap kerusakan atau keausan dan sebagainya. Bila di jumpai kerusakan gantilah tutup distributor.
6.      Periksa rotor
Periksa apakah rotor menunjukkan tanda-tanda keausan, korosi, retak dibagian yang kontak dengan karbon dan elektroda. Jika dijumpai kerusakan, gantilah rotor.
7.      Pasang rotor ke distributor
8.      Pasang tutup distributor
9.      Hubungkan kabel-kabel busi ke tutup distributor.

J.      Mengganti Platina
1.      Lepaskan tutup distributor
Biarkan kebel-kabel busi terpasang pada tutup distributor
2.      Lepaskan rotor
3.      Melepas platina
Lepaskan terminal kabel platina
Lepaskan sekrup pengikat platina dan lepaskan platina
4.      Memasang platina
a.       Bersihkan permukaan platina yang baru dengan kain yang dibasahi larutan pembersih, kemudian keringkan.
b.      Berilah gemuk tahan panas pada bagian fiber platina.
c.       Pasang platina ke plat dasar platina bersama dengan kabel platina, sementara kencangkan sekrup pengikatnya.
d.      Hubungkan kabel platina ke terminal dan kencangkan murnya.
5.      Penyetelan celah platina
a.       Putar poros engkol sampai posisi cam distributor seperti terlihat pada gambar
b.      Stel celah platina sedemikina rupa agar celah platina sesuai dengan spesifikasi. Celah platina : 0,45 mm
6.      Pasang rotor ke poros distributor
7.      Pasang tutup distributor
8.      Periksa dan stel dweel angle
a.       Hubungkan dweel tester. Dweel angle : 520.
b.      Kecilkan celah platina jika kurang dari spesifikasi.
c.       Lebarkan celah platina jika lebih besar dari spesifikasi.
9.      Lakukan penyetelan saat pengapian

K.    Memeriksa dan menyetel saat pengapian
1.      Panaskan mesin
2.      Hubungkan timing light ke kabel busi silinder No.1
3.      Hubungakan tachometer ke distributor.
4.      Lepaskan selang vacuun advancer di bagian sub.diaphragm dan sumbat selang vacuum yang dilepas.
5.      Set putaran mesin pada putaran 1000 rpm serta stabil. Jika putaran melebihi 1000 rpm dan tidak stabil, setel putaran mesin hingga putaran idle.
6.      Dengan timing light, periksa apakah tanda saat pengapian pada flywheel cocok dengan tanda penunjuk pada plat belakang.
7.      Jika saat pengapian tidak tepat, stel dengan cara merubah posisi distributor.
8.      Momen pengencangan baut pengikat distributor :
1,5 – 2,2 kgf.m.


Dari Berbagai Sumber

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment