Seni Rupa : Pengertian, Unsur, Jenis, dan Fungsinya

seni rupa


A. Pengertian Seni Rupa Secara Umum dan Menurut Para Ahli
Seni rupa adalah cabang dari seni untuk menghasilkan karya seni, dengan ekspresi  dan kualitas yang bisa dilihat dan diraba.

Untuk menambah pemahaman tentang pengertian seni rupa, berikut beberapa pengertian seni rupa menurut para ahli :

1.   La Mery : seni rupa adalah penglihatan ekspresi secara simbolis dalam wujud dan bentuk yang lebih tinggi dan akan lebih indah.
Yang dinetralisir menjadi sebuah wujud indah sebagai bentuk pengekspresian diri dan emosi.

2.   Haukin  : seni rupa adalah ekspresi jiwa seseorang yang di imajinasikan pada sebuah bentuk indah.
Yang diungkapkan dan dapat dinikmati oleh orang dalam pertunjukan atau pameran seni.

3.   Kamala Devi Chattopadhayaya  : seni rupa adalah sebuah desakan ekspresi diri pada sebuah bentuk.
Yang menjadikan seseorang mampu untuk meluapkan apa yang sedang dirasakannya
Sehingga mampu dirasakan banyak orang yang melihat karya tersebut.

4.   Coorig Hartong : seni rupa adalah seni yang menjadi sebuah bentuk untuk pengekspresian diri dan emosi.
Yang dapat dinikmati dan dirasakan oleh banyak orang.

5.   Sussane K Langer : seni rupa adalah sebuah bentuk karya manusia yang indah.
Yang dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang lain melalui bentuk indah tertentu.

Jadi dari beberapa pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan :
Seni rupa adalah mengolah unsur – unsur seni untuk menghasilkan sebuah karya yang indah secara visual, sehingga dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang lain.


Unsur-unsur seni rupa adalah elemen yang digunakan untuk menciptakan suatu karya seni. Berikut ini unsur – unsur seni rupa tersebut :

1.   Titik
Sebuah karya seni rupa berawal dari titik. Titik adalah unsur seni rupa yang paling kecil.
titik

Titik jika berkumpul atau memiliki warna yang berbeda dari yang lainnya akan menjadi pusat perhatian tersendiri

2.   Garis
Garis adalah goresan atau batas dari suatu benda, bidang, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya.
garis

Garis memiliki dimensi yang memanjang dan cenderung memiliki arah tertentu

Garis juga mempunyai beberapa sifat, diantaranya: panjang, pendek, tipis, lurus, horizontal, vertikal, berombak, melengkung, miring, halus, tebal, patah-patah dan lainnya.

Garis digunakan untuk mencapai kesan tertentu, misalnya membuat kesan kekar, megah, kuat, simpel atau agung.

3.   Bidang
Bidang adalah unsur seni rupa yang dibentuk dari hubungan beberapa garis.
bidang

Bidang juga mempunyai dimensi panjang dan lebar, atau bisa disebut juga dengan pipih.

Dalam seni rupa terdapat beberapa bidang dasar, diantaranya: bidang segiempat, segitiga, lingkaran, trapesium, oval dan lain sebagainya.

4.   Bentuk
Bentuk menurut artian bahasa dikatakan sebagai bangun (shape) atau bentuk plastis (form).
bentuk

Bangun (shape) adalah bentuk benda yang polos, seperti halnya yang nampak oleh mata.

Sekedar untuk mengatakan sifatnya saja (kotak, bundar, ornamental, atau tak beraturan).

Sedangkan bentuk plastis (form) merupakan bentuk benda yang terlihat dan bisa dirasakan, karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut.
Misalkan lemari, meja, kursi dan lain sebagainya.

5.   Tekstur
Tekstur adalah sifat suatu permukaan sebuah benda. 
tekstur
Sifat tersebut bisa berkesan kasar, halus, mengkilap, kusam, berpori, licin dan lain sebagainya.
Kesan-kesan tersebut bisa dirasakan lewat penglihatan serta rabaan.


6.   Warna
Warna bisa dipelajari menggunakan teori warna yang berdasarkan pada pigmen warna (goethe), yaitu butiran halus yang terdapat pada warna.
warna

Istilah – istilah dalam teori pigmen warna :
a.   Warna Primer. Yaitu warna pokok atau warna dasar yang tidak bisa kita peroleh dari campuran warna lain. Warna tersebut adalah merah, kuning dan biru.

b.   Warna Sekunder. Yaitu warna yang didapatkan dari hasil percampuran antara dua warna primer. Misalkan warna unhu, oranye (jingga) dan juga hijau.

c.   Warna Tersier. Yaitu warna yang dihasilkan dari percampuran dua warna sekunder.

d.   Warna Analogus. Yaitu deretan warna yang letaknya berdekatan dalam suatu lingkaran warna.

Misalkan deretan warna ungu yang menuju warna merah, deretan warna hijau menuju warna kuning dan lain sebagainya.

e.   Warna Komplementer. Yaitu warna kontras yang letaknya saling berseberangan dalam sebuah lingaran warna.

Misalkan warna kuning dengan ungu, merah dengan hijau dan lain sebagainya.

7.   Gelap Terang
Dalam karya seni rupa 2 dimensi, unsur gelap dan terang bisa berfungsi sebagai beberapa hal, diantaranya:
a.   menggambar benda seolah benda tersebut memiliki volume (3 dimensi)

b.   menyatakan kesan kedalaman atau ruang serta memberi perbedaan kontras.
gelap terang

Unsur gelap terang dalam karya seni rupa bisa terjadi karena intensitas warna (daya pancar).

Bisa juga terjadi karena percampuran antara warna hitam dan putih.

8.   Ruang (kedalaman)
Jika dalam karya seni 3 dimensi ruang bisa dirasakan langsung oleh sang penikmat tersebut.
kedalaman

Seperti halnya dengan ruangan dalam rumah, ruang gedung dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam karya seni 2 dimensi ruang hanya bersifat semu (maya).

Karena didapatkan dari kesan penggambaran yang datar, pipih, menjorok, cekung, cembung, dekat, jauh dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, dalam karya seni 2 dimensi, kesan ruang (kedalaman) bisa diperoleh dengan beberapa cara, diantaranya sebagai berikut :

a.   Penggambaran gempal
b.   Penggunaan perspektif warna
c.   Peralihan warna, gelap, terang serta tekstur
d.   Pergantian ukuran
e.   Penggambaran bidang bertindih
f.     Pergantian tampak bidang
g.   Pelengkungan atau pembelokan bidang
h.   Penambahan bayang-bayang


Karya seni rupa mempunyai beberapa jenis, diantaranya :
1.   Seni Lukis
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, maupun bidang dan bentuk.
seni lukis

Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli
Pengertian seni lukis menurut para ahli :
1)   Leo Tolstoy  : seni lukis adalah ungkapan perasaan pencipta yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis.

2)   Sukaryono  : seni lukis adalah ungkapan isi hati dan perasaan yang disebut sebagai bahasa seniman yang dikomunikasikan.

3)   Thomas Munro : seni lukis adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya.

4)   Soedarso SP  : seni lukis adalah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya, pengalaman batin tersebut disajikan secara indah sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya.

5)   Soni Ade & Imam R : seni lukis merupakan kekuatan peradaban manusia, kekuatan budaya, karena dalam melakukan lukis kita dilatih untuk jeli, cermat dan teliti dalam mengamati berbagai fenomena alam dan kehidupannya.

6)   Suyanto  : seni lukis merupakan karya seni rupa yang dituangkan dalam bentuk lukisan hasil dari ekspresi jiwa seorang seniman.

7)   Herbert Read : seni lukis adalah kegiatan rohani yang merefleksikan pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa.

8)   Myers  : seni lukis mengungkapkan nilai-nilai intelektual, emosional, simbolis, religius dan nilai-nilai subyektif yang lain.

9)   M. Adler : seni lukis dapat diartikan sebagai sesuatu yang memberikan kesenangan.

10)       Aristoteles : seni lukis adalah sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.

11)       Slamet Riyanto : seni lukis adalah salah satu bagian dan ilmu desain grafis.

12)       Jim Supangat : seni lukis adalah suatu upaya menegaskan kembali pengalaman masa lalu pada konteks sekarang.

13)       Noryan Bahari : seni lukis dalam bahasa ungkapan pengalaman artistik dan ideologi seseorang.

14)       Harry Sulastianto : seni lukis adalah cabang seni rupa mumi yang berwujud dua dimensi, biasanya dilakukan di atas kanvas dengan menggunakan cat minyak atau cat akrilik.

15)       Suwarso Wisetrotomo, M Dwi Marianto dan Endah Nawang N : seni lukis adalah sebuah pengabdian dalam gambar, perjalanan pengalaman hidup.

Teknik Seni Lukis
Seni lukis mempunyai beberap teknik, diantaranya :
1)   Teknik Aquarel : Teknik aquarel adalah teknik melukis dengan menggunakan car air (aquarel) dengan sapuan warna tipis sehingga lukisan yang dihasilkan transparan.

2)   Teknik Plakat : Teknik plakat adalah teknik melukis dengan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan tebal dan komposisi yang tebal, sehingga memberi kesan yang colorful pada karya yang dihasilkan.

3)   Teknik Spray : Teknik spray adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis.

4)   Teknik Pointilis : Teknik pointilis adalah teknik melukis dengan menggunakan titik-titik untuk menghasilkan lukisan yang menawan.

5)   Teknik Tempera : Teknik tempera adalah teknik lukis dengan cara menggunakan kuning telur dalam cat sebagai bahan perekat.

6)   Teknik Basah : Teknik basah adalah teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan minyak cat atau linseed oil, setelah diencerkan barulah di aplikasikan pada kanvas.

7)   Teknik Kering : Teknik kering adalah teknik melukis dengan menggunakan cat minyak tanpa menggunakan minyak cat.

8)   Teknik Campuran : Teknik ini merupakan teknik melukis perpaduan antara teknik basah dan teknik kering.

Unsur-Unsur Seni Lukis
Terdapat 2 unsur dalam sei lukis yaitu unsur visual dan unsur non visual:
1)   Unsur visual dalam seni lukis antara lain:
a)   Garis (line)
b)   Bidang (field)
c)   Ruang (space)
d)   Warna (color)

2)   Unsur non visual dalam seni lukis antara lain:
a)   Imajinasi
b)   Pandangan hidup dan pengalaman
c)   Konsep
d)   Sikap estetik dan aritstik

Alat, Bahan, Media Seni Lukis
1)   Alat yang digunakan dalam melukis antara lain :
a)   Kuas
b)   Palet
c)   Alat pembersih kuas
d)   Pisau palet
e)   Easel (penjepit kanvas)

2)   Bahan yang digunakan dalam melukis antara lain :
Bahan yang biasanya digunakan dqalam melukis antara lain: Cat air, cat minyak, cat poster, cat akrilik, cat tekstil, dan tinta bak.
Selain menggunakan cat antau tinta, kalian dapat menggunakan pensil warna ataupun pastel /crayon.

3)   Media yang digunakan untuk melukis diantaranya : kertas, kanvas, dinding atau yang lainnya.

Aliran-Aliran Seni Lukis Beserta Tokohnya
1)   Naturalisme : Naturalisme adalah aliran seni lukis yang berusaha menampilkan lukisan objek yang sama persis dengan keadaaan alam.
lukisan naturalisme

Tokoh yang mengikuti aliran ini antara lain: Reden saleh, Basuki Abdullah, Gambir Anom, Abdullah Sudrio Subroto, Frans Hall dan William Hogart.

2)   Realisme : Realisme adalaha aliran seni lukis yang melukis sesuai dengan keadaan yang nyata atau benar-benar ada.
realisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain Fransisco de Goya, Gustove Corbert, dan Honore Daumier.

3)   Romantisme : Romantisme adalah aliran seni lukis yang ingin menampilakan nilai-nilai indah, irasional, fantastik dan absurd serta biasanya menceritakan kisah romantis atau dramatis.
romantisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain Raden Saleh, Gerriwult, dan Theobore.

4)   Ekspresionisme : Ekspresionisme adalah aliran seni lukis yang mengutamakan curahan pelukisnya secara bebas baik dari batin, imajinasi atau perasaan.
ekspresionisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain : Popo Iskandar, Paul Gaugiuin, Vincent Van Gogh, Ernast Ludwig, Emile Nolde, Karl Schmidt, JJ. Kandinsky, Affandi, Zaini dan Paul Klee.

5)   Impresionisme : Impresionisme adalah aliran seni lukis yang lebih mengutamakan kesan selintas pada suatu objek yang dilukiskan.
impresionisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain : Casmile Pissaro, Claude Monet, Aguste Renoir, SIsley, Kusnadi, Solichin, Edward Degas, Mary Cassat, dan Afandi.

6)   Kubisme : Kubisme adalah aliran seni rupa yang berusaha menampilkan abstraksi objek dalam bentuk geometri tertentu untuk mendapatkan nilai seni dan sensasi.
kubisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Pablo Picasso, Gezanne, Metzinger, Albert Glazes, Braque, Fernand Leger, Francis Picabia, Robert Delaunay, dan Juan Gris.

7)   Fauvisme : Aliran ini memberikan kebebasan bagi seniman berekspresi terhadap objek lukisan yang dibuat. Artinya seniman diperbolehkan mebubuhkan warna sesuka hati meski sangat kontras sekalipun dengan objeknya.
fauvisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain : Andre Dirrain, Henry Matisse, Rauol Dufi, Maurice de Vlamink, dan Kess Van Dongen.

8)   Dadaisme : Aliran seni lukis ini menggambarkan karya artistik yang sedikit magis, menyeramkan, kekanakan, namun terkadang juga mengesankan.
dadaisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Max Ernst, Juan Gross, Marcel Duchamp, Hans Arp, dan Picabia.

9)   Futurisme : Aliran seni lukis yang satu ini menggambarkan objek yang seolah-olah bergerak. Biasanya suatu objek yang sama digambar beberapa kali pengulangan.
futurisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Severini, Boccioni, Umberto, Carlo Cara, Gioccomo Ballad, dan Ruigi Russalo.

10)       Surealisme : Aliran surealisme merupakan aliran yang erat hubungannya dengan dunia fantasi, seakan akan kita melukis di dunia mimpi.
surealisme

Lukisan aliran ini memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis/khayalan, meskipun objek sasaran sangat natural.

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: alvador Dali darl Andre Masson. Joan Miro, Sudiardjo, dan Amang Rahman.

11)       Konstruktivisme : Konstruktivisme merupakan aliran seni lukis yang menekankan pada penggambaran sisi seni sebuah bangunan.
konsruktivisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain:Laszlo Moholy-nagy, Victor Pasmore, Liubov Popova, Oskar Schlemmer, dan Naum Gabo.

12)       Post Modern atau Kontemporer : Seni lukis aliran ini tidak terikat pada peraturan dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
kontemporer

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Sprinka, Jim Nyoman Nuarta, Supankat, dan Angelina P.

13)       Popular Art atau Pop Art : Pop Art merupakan aliran seni lukis yang melawan kebosanan dan kejenuhan terhadap seni lukis tanpa objek (sasaran).
pop art

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain:George Segal, Tom Wasselman, Claes Oldenburg, Yoseph Benys, dan Cristo.

14)       Abstraksionisme : Aliran abstraksionisme merupakan aliran yang menggunakan warna dan bentuk yang acak serta tidak terbatas. Karya seni lukis murni imajinasi dari seniman sendiri.
abstraksionisme

Tokoh yang menganut aliran ini antara lain: Wassily kadinsky dan Naum Goba.

15)       Neo-Klasik : Seni yang ada sejak pecahnya revolusi Perancis. Bersifat rasional, obyektif dan klasik serta digunakan untuk mendidik
neo klasik

Tokoh yang menganut aliran seni ini antara lain: Jean August Dominique Ingres.


Komponen seni lukis terdiri dari subyek, bentuk, dan isi.
1)   Subyek : Merupakan sesuatu yang dmenjadi bentuk lukisan.

Subjek dibedakan menjadi dua, yakni:
a.   Lukisan bentuk figuratif, artinya subjek masih terikat dengan alam atau dengan kata lain mengambil bentuk-bentuk yang ada di alam.
b.   Lukisan bentuk non figuratif (abstrak), artinya subyek tidak terikat dengan alam.

2.   Bentuk : Bentuk merupakan cara seniman mengekspresikan subjek yang dilukisnya menjadi sebuah karya dua dimensi yang nyata.

3.   Isi : Isi merupakan tujuan terakhir yang ingin dicapai seniman, yakni hasil dari kesan ungkapan eksresi melalui sebuah karya seni lukis. Pengungkapan ini biasanya ditemukan dalam beberapa aliran seni lukis.


2.   Seni Patung
Seni Patung adalah hasil karya seni  tiga dimensi yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin atau dinikmati keindahannya
seni patung

Jenis-Jenis Patung
Adapun jenis-jenis patung yang diantaranya yaitu:
1)   Jenis Patung Dilihat Dari Cara Pembuatannya
a)   Arca : merupakan patung dengan bentuk makhluk hidup seperti manusia dan binatang.
relief

b)   Relief : merupakan karya seni patung yang hanya bisa dinikmati dari arah depan karena terletak pada dinding.

2)   Jenis Patung Dilihat Dari Posisinya
a)   Patung Free Standing : merupakan jenis patung yang berdiri tegak.
free standing

b)   Patung Zonde : merupakan jenis patung yang utuh dalam posisi yang beragam seperti duduk, jongkok, tidur, berdiri dan lain-lain.
zonde

c)   Patung Boss : merupakan patung setengah badan.
boss

d)   Patung Tarso :  merupakan patung yang dibuat hanya bagian-bagian tertentu atau sebagian tubuhnya saja.
tarso

3)   Jenis Patung Dilihat Dari Fungsinya
a)   Patung Monumen (patung memorial) : merupakan patung yang berfungsi sebagai peringatan terhadap seorang tokoh atau suatu peristiwa sejarah.

b)   Patung sebagai Lambang Pemujaan (Sakral) : merupakan patung yang digunakan sebagai lambang pemujaan dalam acara keagamaan atau sebagai media peribadatan.

c)   Patung Miniatur :merupakan patung tiruan suatu bangunan atau arca dalam ukuran kecil.

d)   Patung Dekorasi merupakan patung yang berfungsi untuk keindahan (menghias) di dalam maupun di luar ruangan.

Teknik Pembuatan Patung
1)   Teknik Butsir : merupakan cara membuat patung dari bahan lunak (tanah liat, gips malam) dengan mengurangi dan atau menambah bagian-bagiannya.

2)   Teknik Pahat : merupakan cara pembuatan patung dari bahan keras (kayu, tulang, batu, gips yang mengeras) dengan mengurangi bagian yang tidak diperlukan.

3)   Teknik Merakit : merupakan pembuatan patung dengan cara merangkai bahan serta menghubungkannya “bahan-bahan yang telah rusak” seperti pada permainan puzzle.

4)   Teknik Cetak atau Cor : merupakan cara pembuatan patung dengan memanaskan logam hingga mencair kemudian dituangkan dalam cetakan.

5)   Teknik Membentuk “dibentuk”  : merupakan teknik yang dilakukan dengan cara membentuk sedikit demi sedikit atau bertahap sehingga tercipta patung yang kita inginkan.

6)   Teknik Modelling : merupakan teknik pembuatan patung dengan cara membuat model terlebih dahulu.

Alat Untuk Membuat Patung Berdasarkan Bahan Yang Digunakan
1)   Pembuatan patung berbahan tanah liat memerlukan butsir dan sudip untuk mengambil dan menambal atau menambahkan bahan serta menghaluskan permukaan yang sulit dijangkau secara langsung oleh tangan.

2)   Patung berbahan kayu dalam pembuatannya memerlukan pisau, kapak, martil, gergaji serta ampelas.

3)   Patung dari bahan batu alat yang digunakan berupa pahat baja, martil besi, gurinda “Grenda”.

4)   Patung cetak dari bahan logam alat yang digunakan ialah kompor pengecor, alat cetak dan gurinda.

5)   Patung pahat dari bahan logam “berupa plat” alat yang diperlukan berupa martil, tatah “patah” dan gurinda “grenda”.

6)   Patung berbahan semen alat yang diperlukan pisau, martil dan tang.


Seni grafis adalah karya seni yang dihasilkan melalui proses pencetakan (printing), biasanya pada kertas.
seni grafis

Jenis-Jenis Seni Grafis
Teknik seni grafis secara teknis dibagi menjadi beberapa macam yaitu:

1)   Relief : Cetak relief adalah proses dimana lapisan timbul pada lempengan cetakan atau balok kayu diberi tinta sedangkan area yang tidak timbul (tersembunyi) bebas tinta.
relief
Sehingga saat ditempelkan dapat membentuk sebuah cetakan yang diinginkan.
Contoh penggunaan teknik relief adalah stempel.

2)   Intaglio : Cetak intaglio adalah teknik cetak timbul dengan menorehkan/menggoreskan plat aluminium sehingga membentuk suatu gambar yang diinginkan, kemudian area yang tergores diisikan tinta dan ditempelkan pada kertas basah. 
intaglio
Hasilnya berupa cetakan timbul. Teknik ini adalah kebalikan dari cetak relief.
Contoh penggunaan teknik intaglio adalah uang kertas.

3)   Cetak Plano : Cetak plano (planographic printing) adalah mencetak pada lapisan datar. 
cetak plano
Teknik ini memanfaatkan perbedaan sifat minyak dan air yang tidak saling menyatu.
Teknik ini telah menginspirasi mesin cetak ofset yang menggunakan acuan pelat.
Contoh penggunaan teknik cetak plano adalah mesin fotokopi dan mesin scanner.

4)   Cetak Stensil : Cetak stensil adalah teknik mencetak dengan menggunting kertas sesuai bentuk atau tulisan yang diinginkan, kemudian kertas tersebut ditempelkan dengan kain/papan yang akan diberi cat, dan kertas tersebut dicat/disemprot. 
cetak stensil
Sehingga ketika kertas tersebut dicabut, hasil cat pada kain/papan akan seperti yang telah digunting.
Contoh penggunaan cetak stensil adalah spanduk dan papan peringatan.

5)   Kolagrafi : Kolagrafi adalah teknik mencetak dengan menempelkan objek pada kanvas dan keseluruhannya diberi cat, kemudian objek tersebut dilepas. 
kolagrafi
Hasilnya, bagian yang tidak dicat akan berbentuk seperti objek dan tampak cekung.
Kolagrafi tidak ada hubungannya dengan kolase meskipun kolagrafi terkesan memiliki kata dasar kolase.

6)   Cetak Saring : Cetak saring adalah pengembangan dari cetak stensil yang memiliki kekurangan terutama saat mencetak huruf yang memiliki kurva tertutup seperti o, d, e, atau a. 
cetak saring
Teknik ini sering disebut sablon. Pencetakan akan dilakukan melalui saringan yang telah diberi batasan sesuai huruf/bentuk yang dingin dicetak.
Contoh penggunaan teknik cetak saring adalah kaos, pembungkus makanan olahan UKM, dan spanduk.

7)   Fotografi : Fotografi adalah seni yang menggunakan pencitraan pada sebuah objek. 
fotografi
Unsur seni yang sering ditonjolkan adalah komposisi foto. Makin bagus komposisinya, maka makin bagus pula foto tersebut.
Apalagi jika ada pesan yang tersirat di dalam foto tersebut. Peralatan utamanya adalah kamera. Hasil foto dapat dicetak atau disimpan di komputer.

4.    Seni Kriya
Seni Kriya adalah sebuah karya seni yang dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan (hand skill) dan memperhatikan segi fungsional (kebutuhan fisik) dan keindahan (kebutuhan emosional). 
seni kriya
Fungsi Seni Kriya 
Fungsi seni kriya adalah sebagai berikut :
1)   Hiasan (Dekorasi).
Banyak hasil produk dari seni kriya digunakan untuk benda pajangan.
Seni kriya tersebut lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsinya sehingga seni kriya jenis ini mengalami berbagai pengembangan.
Contohnya hiasan dinding, karya seni ukir, patung, cinderamata dan lain sebagainya.

2)   Benda Terapan (Siap Pakai).
Seni kriya ini lebih mengutamakan fungsinya sebagai benda yang siap pakai, nyaman, namun tidak menghilangkan unsur keindahannya.
Contohnya senjata, furnitur, keramik dan lain sebagainya.

3)   Benda Mainan.
Mungkin kita sering menjumpai seni kriya sebagai alat permainan yang biasanya dengan bentuk sederhana dan bahan yang mudah didapatkan dan dikerjakan, dengan harga yang relatif murah.
Contohnya adalah boneka, kipas kertas, congklak dll.

Jenis-Jenis Seni Kriya
1)   Seni Kriya Berdasarkan Bahan Yang Digunakan 
a)   Seni Kriya Kayu
Kriya kayu merupakan suatu jenis seni kriya dalam pekerjaannya membuat benda selalu menggabungkan antara nilai fungsi sekaligus hias dengan menggunakan bahan kayu. 
kriya kayu
Kayu sangat banyak dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai benda kerajinan seperti patung, wayang golek, topeng, furnitur, dan hiasan ukir-ukiran.

b)   Seni Kriya Tekstil 
Seni kriya tekstil adalah kriya dengan bahan dasar kain. Jenis seni kriya tekstil nusantara dikelompokkan menjadi dua macam yaitu kriya batik dan kriya tenun.
kriya tekstil

c)   Seni Kriya Keramik
Seni kriya keramik adalah benda yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. 

kriya keramik
Pembuatan seni kriya keramik adalah dengan teknik slab/lempeng, putar/throwing, pilin/pinching, dan cetak tuang.
Daerah-daerah penghasil seni kriya keramik adalah Bandung, Jepara, Cirebon, Banjarnegara, Malang, Purwerejo, Jogyakarta, Banjar Negara, dan Sulawesi Selatan. 

d)   Seni Kriya Logam
Seni kriya logam adalah seni kriya yang mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. 

kriya logam
Tekhnik pembuatan seni kriya logam terdiri dari dua macam teknik yaitu a cire perdue/cetak lilin, dan teknik bivalve.

e)   Seni Kriya Kulit
Seni kriya kulit adalah karya seni yang menggunakan kulit sebagai bahan bakunya. Kulit yang umumnya digunakan dalam seni kriya kulit adalah kulit kambing, sapi, buaya, kerbau dan ular. 

kriya kulit
Contoh hasil dari seni kriya kulit adalah tas, sepatu, ikat pinggang, wayang kulit, dompet, pakaian (jaket), alat musik rebana, dan tempat HP.
Daerah-daerah penghasil seni kriya kulit adalah Yogyakarta, Garut, dan Bali.

f)    Seni Kriya Batu 
Seni kriya batu merupakan seni kriya dengan bahan dasar batu yang dibentuk sedemikian rupa agar terlihat indah. 
kriya batu
Contohnya batu akik, fosil, jesper, dan batu permata seta masih banyak lagi.
2)   Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya
a.   Seni Kriya Pahat atau Seni Kriya Ukir
Jenis, bahan, bentuk dan teknik dalam seni pahat sangatlah beragam, mulai dari jenis patung, ukiran dan aneka kerajinan lainnya. 


kriya ukir
Selain menggunakan kayu, seni pahat juga menggunakan aneka logam, batu, serta tulang dan kulit hewan sebagai bahan dasarnya. 

Bali merupakan salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan seni pahat yang berupa patung, ukiran hingga berbagai macam barang kerajinan lainnya, salah sat hasil pahat dari bali adalah patung arca dengan bahan baku batu andesit.

b.   Seni Kriya Batik
Proses pembuatan kain batik bisa dilakukan dengan berbagai macam tekhnik diantaranya adalah teknik cap, tulis dan teknik lukis. 

kriya batik
Teknik batik tulis adalah salah satu teknik membantik yang paling banyak digunakan di Indonesia. 
Selain di pulau jawa, batik juga terdapat di pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Bali. 
Corak kain batik dari setiap daerah juga beraneka ragam. Corak batik jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna yang beragam.

c.   Seni Kriya Tenun
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kain tenun terbesar  di dunia terutama dalam hal keragaman corak hiasannya. 
kriya tenun

Tenun terdiri dari dua jenis yaitu tenun songket, dan tenun ikat. Perbedaannya ada pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan.
Tenun songket berupa benang perak, emas atau benang sutra. 
Daerah-daerah di Indonesia terkenal dengan penghasil tenun ikat adalah Aceh, Sulawesi Tengah, Bali, Sumatra Utara, Toraja (Sulawesi Selatan), NTT, Kalimantan Timur, Flores, dan Kalimantan Barat.
Sedangkan daerah penghasil tenun songket adalah Sumatra Barat, Aceh, Riau, Sumatra Utara, Lombok, Palembang, Sumatra Barat, Nusa Tenggara dan Maluku. 

d.   Seni Kriya Anyaman
Seni kriya anyaman adalah tekhnik membuat dengan mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk yang tindih- menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat pakat dan lungsen dengan pola tertentu.
kriya anyaman
Bahan-bahan yang digunakan dalam seni kriya anyaman adalah rotan, bambu, pandan, lontar, mendong, enceng gondok, kertas, plastik, dan tali.
Pusat kerajinan anyaman yaitu di bali, sulawesi, tasikmala, kalimantan dan papua.

e.   Seni Kriya Bordir
Seni kriya bordir/sulam adalah kriya yang menempatkan hiasan dari benang yang dijaitkan pada kain yang berfungsi untuk menghias dan mempercantik tampilan kain.
kriya bordir
Aplikasi kriya bordir digunakan pada baju, tas, kerudung, taplak, dan mukena.
Daerah penghasil bordir/sulam adalah Tasikmalaya. 


Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan.
seni arsitektur

Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk.

Pengertian Arsitektur Menurut Para Ahli
1)   Marcus Pollio Vitruvius : Kesatuan dari kekuatan/kekokohan (firmitas), keindahan (venustas), dan kegunaan/fungsi (utilitas) 

2)   Banhart CL. Dan Jess Stein : Arsitektur adalah seni dalam mendirikan bangunan termasuk didalamnya segi perencanaan, konstruksi, dan penyelesaian dekorasinya; sifat atau bentuk bangunan; proses membangun; bangunan dan kumpulan bangunan

3)   Van Romondt : Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia dengan bahagia.
Ruang berarti menunjuk pada semua ruang yang terjadi karena dibuat oleh manusia atau juga ruang yang terjadi karena proses alam seperti gua, naungan pohon dan lain-lain

4)   Robert Gutman : Arsitektur sesungguhnya merupakan kulit ketiga manusia.
Arsitektur merupakan lingkungan buatan yang bukan saja menjembatani antara manusia dengan lingkungan melainkan sekaligus merupakan wahana ekspresi kultural untuk menata kehidupan jasmaniah,psikologis dan sosial manusia.

5)   Claudil : Arsitektur adalah sesuatu yang bersifat personal, menyenangkan dan memerlukan pengalaman.
Arsitektur adalah hasil persepsi dan penghargaan manusia terhadap ruang dan bentuk.
Ada tiga pengalaman arsitektur: aspek fisikal, emosional dan kebutuhan intelektual

6)   Francis DK Ching : Arsitektur membentuk suatu tautan yang mempersatukan ruang, bentuk, teknik dan fungsi.

7)   Amos Rappoport : Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar.
Pranata ini meliputi: tata atur kehidupan sosial dan budaya masyarkat, yang diwadahi dan sekaligus memperngaruhi arsitektur

8)   JB. Mangunwijaya : Arsitektur sebagai vastuvidya (wastuwidya) yang berarti ilmu bangunan.
Dalam pengertian wastu terhitung pula tata bumi, tata gedung, tata lalu lintas (dhara, harsya, yana)

1)   Keseimbangan atau Balance
Dalam prinsip ini, sebuah bangunan mesti seimbang dalam hal proporsi agar bangunan tersebut enak untuk dilihat.
Terdapat dua model dalam prinsip keseimbangan, yaitu simetris dan asimetris.
Simetris adalah proporsi atau ukuran bangunan yang seimbang, misalnya sisi kiri bangunan seimbang dengan sisi kanan bangunan.
Sementara itu, asimetris adalah sisi ketidakseimbangan dalam sebuah bangunan.
Misalnya saja sisi kiri bangunan yang terlalu miring dibanding siis kanan bangunan.

2)   Irama
Irama merupakan unsur yang dapat menggugah emosi manusia. Pembentukan irama bisa dilakukan dengan memberikan suatu pola yang dimasukkan secara berulang.
Misalnya, penambahan pola garis-garis yang berulang pada suatu interior rumah.
Irama sendiri terbagi atas irama statis dan irama dinamis. Irama statis adalah pengulangan pola yang datar.
Misalnya saja pola garis-garis yang digunakan secara berulang-ulang di dalam interior rumah.
Irama dinamis merupakan irama yang terbentuk secara tidak berulang atau variatif.
Misalnya pola garis-garis sebuah interior rumah yang diselingi dengan pola polkadot.

3)   Tekanan atau Point Of Interest
Tekanan merupakan fokus utama dalam suatu rancangan arsitektur. Tekanan ini merupakan bagian yang paling menonjol dan yang paling terlihat oleh mata saat dipandang.
Bagian yang menjadi tekanan tersebut biasanya mempunyai sesuatu yang menonjol atau mencolok, seperti warna atau bentuknya.

4)   Skala
Skala adalah hubungan harmonis antara bangunan beserta dengan hal-hal disekitarnya.
Skala terbagi atas skala monumental, skala manusiawi, dan skala mencekam.
Skala monumental adalah sebuah hubungan antara bangunan dengan momen peristiwa tertentu.
Monumen Tsunami Aceh adalah salah satu contohnya. Bangunan tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan peristiwa Tsunami Aceh beberapa tahun yang lalu.
Skala manusiawi adalah hubungan bangunan dengan unsur-unsur kebudayaan manusia.
Skala mencekam adalah hubungan bangunan dengan peristiwa alam yang mencekam, seperti gurun, laut, dan sebagainya.

5)   Proporsi
Menurut Vitruvius, proporsi adalah suatu prinsip yang berkaitan dengan hubungan suatu unsur ukuran terkecil dengan unsur ukuran terbesar.
Proporsi merupakan hasil perhitungan yang rasional dan terjadi jika dua perbandingan unsur tersebut sama besar.
Penyesuaian ukuran dan bentuk pintu dengan ukuran bangunan adalah contoh dari perhitungan berdasarkan proporsi.

6)   Urutan atau Sequent
Prinsip ini merupakan urutan dari komposisi ruang yang disusun agar menimbulkan kenyamanan bagi orang yang hendak memasuki atau menghuni ruangan tersebut.
Pada umumnya, ruang terbagi atas Ruang Publik, Privat, Servis, dan Semi Publik.
Dalam prinsip urutan, 4 jenis ruang itu diurutkan dari ruang Publik, lalu Semi Publik, lalu terakhir baru ruang Privat.
Prinsip ini diterapkan untuk membimbing orang dalam memasuki ruangan tersebut dimulai dari ruang paling umum hingga yang paling privat atau personal.

7)   Kesatuan atau Unity
Kesatuan adalah perpaduan antara satu unsur dengan unsur lainnya, entah itu unsur dalam bangunan maupun unsur lingkungan sekitar.
Semua unsur itu saling menyatu dan tidak mendominasi satu sama lain. Cara menyusun suatu kesatuan adalah dengan menentukan tema desain sejak awal.
Tema desain akan memandu unsur-unsur tersebut sekaligus menjadi roh bagi suatu arsitektur.

6.   Seni Desain
Seni desain merupakan aktifitas yang berlandaskan unsur-unsur objektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. 
seni desain
Unsur-unsur objektif karya desain antara lain; adanya unsur rekayasa (teknologi), estetik (gaya visual), pasar (kebutuhan masyarakat), prinsip sains (fisika), bahan (sumber daya alam), produksi (industri), budaya (gaya hidup, aturan, sikap, mentalitas), dan lingkungan (sosial). Unsur objektif yang menjadi dasar sebuah karya seni desain dapat berubah tergantung pendekatan dan jenis desainnya.

Cabang-Cabang Desain
Cabang-cabang desain antara lain :
1)   Desain Grafis (Desain Komunikasi Visual)
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi seefektif mungkin dengan menggunakan media gambar.
desain komunikasi visual

2)   Desain Produk (Industri Design)
Desain Produk adalah cabang seni rupa terapan yang yang berupaya memecahkan permasalahan kebutuhan masyarakat akan benda pakai dan peralatan sehari-hari untuk menunjang kegiatannya. 
desain produk
Sebagai contoh; desainer produk mendesain sepatu tidak hanya agar sepatu tersebut tampak bagus, namun juga harus nyaman dipakai dan mudah diproduksi.

3)   Desain Interior
Desain interior adalah salah satu bidang keilmuan yang didasarkan pada ilmu desain dengan tujuan memecahkan permasalahan akan kebutuhan ruangan yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian

desain interiior

Seperti ruangan rumah tinggal, hotel, rumah sakit, restoran, kantor, pusat hiburan, sekolah, bahkan ruang dapur, dan toilet.

4)   Desain Arsitektur
Secara umum, desain arsitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya memecahkan kebutuhan manusia akan hunian/ tempat tinggal yang nyaman dan indah. 
desain arsitektur
Seperti rumah tempat tinggal, perkantoran, tempat ibadah, rumah sakit, bangunan umum, bangunan industri dan lain sebagainya.
Dalam dunia arsitektur, terdapat dua pendangan yang berbeda. Yakni, pandangan yang menempatkan desain arsitektur sebagai bagian dari bidang keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan desain arsitektur sebagai bagian dari seni.

Seni Ilustrasi adalah seni menggambar sebagai hasil visualisasi dari tulisan untuk menerangkan, menyampaikan, menghiasi / memudahkan pembaca untuk memahami suatu cerita, tulisan, maupun informasi lainnya.
seni ilustrasi

1)   Kartun
Bentuk kartun bisa berupa tokoh manusia ataupun hewan yang berisikan cerita humor yang bersifat menghibur. 
kartun
Penampilan gambar kartun bisa dilihat dalam bentuk hitam putih atau berwarna.

2)   Karikatur
Gambar karikatur menampilkan berbagai karakter yang dilebih - lebihkan, unik, lucu dan terkadang mengandung kritikan dan sindiran. 
karikatur
Objek dari gambar karikatur bisa diambil dari tokoh manusia ataupun hewan.

3)   Komik
Gambar ilustrasi dalam bentuk komik terdiri atas rangkaian gambar yang saling melengkapi dan memiliki alur cerita. 
komik
Bentuk komik bisa berupa buku maupun lembaran gambar singkat (Comic Strip).

4)   Ilustrasi Karya Sastra
Karya sastra berupa cerita pendek, puisi, sajak dan akan tampak lebih menarik bila membaca disertai dengan gambar ilustrasi. 
ilustrasi karya sastra

Fungsi gambar ilustrasi di sini memiliki tujuan untuk memberi penguatan dan mempertegas isi atau narasi di dalam materi.

5)   Vignette
Sebagai pengisi dari sebuah cerita ataupun narasi, bisa disisipkan dengan gambar ilustrasi yang berupa vignette. 
vgnette
Vignette merupakan gambar ilustrasi berbentuk dekoratif yang berfungsi sebagai pengisi bidang kosong dalam kertas narasi.

8.   Seni Reklame
Seni reklame merupakan seni yang digunakan mempromosikan produk barang atau jasa dengan gaya yang menawan untuk meningkatkan gairah pembeli. Nilai seninya terdapat pada ungkapan kata atau kalimat, gambar, grafis dan desain.
seni reklame

Jenis Reklame Cetak
Jenis reklame cetak antara lain : 
1)   Logo : Logo bisa menjadi bagian dari bentuk reklame yang lain, baik sebagai inisial/lambang dari badan usaha, organisasi atau instansi pemerintah
logo

2)   Stiker : Berbentuk gambar / tulisan pada kertas atau plastic yang ukurannya relatif kecil bagian bawahnya berperekat. 
stiker

3)   Pamflet  : Jenis reklame yang bentuk cetakannya relative sederhana. Berisi penawaran usaha atau ajukan.
pamflet

4)   Poster : Bentuk cetakan relatif lebih baik dan lebih besar dari pamflet. Isinya bisa bersifat komersil (ajakan membeli suatu produk), pemberitahuan, diselenggarakan suatu acara, atau himbauan dengan gambar dan kalimat bijak.
poster

5)   Baleho : Berbentuk seperti papan pengumuman berukuran besar terbuat dari triplek,  seng, kain tebal atau plastik khusus yang digunakan pada tiang besi.
Yang diletakkan diperempatan jalan strategis atau di depan gedung pertunjukan.
baleho

6)   Advertensi : Terdapat pada surat kabar/majalah isinya berupa pengumuman/promosi produk barang/jasa dalam bentuk gambar dan kalimat.
advertensi

7)   Spanduk : Bahannya dari kain, biasanya berbentuk memanjang, dicetak dengan teknik sablon.
Berisi pesan, himbauan, atau informasi dari yayasan atau organisasi politik. 
spanduk

8)   Brosur : Dicetak di atas kertas yang biasanya berlipat, berisi tentang keadaan suatu badan usaha/lembaga pendidikan agar masyarakat yang berkepentingan dapat mengetahui kegiatan dan faktor pendukung yang ada.
brosur

9)   Katalogus : Seperti brosur, tetapi isinya daftar nama, gambar, harga, serta keterangan lain tentang barang atau jasa yang ditawarkan.
katalog

10)       Etalase : Berupa ruangan kecil berdinding kaca di depan toko tempat barang dijual. Berisi display barang-barang yang dijual ditoko tersebut.
etalase

11)       Cut out display : Berbentuk 3 dimensi, berupa balon atau model barang yang dipromosikan dalam ukuran besar yang diletakkan ditempat strategis disekitar toko.
cut out display

12)       Neon lamp and neon box : Neon lamp terbuat dari susunan lampu-lampu, pada bidang vertikal sehingga membentuk gambar berwarna / kalimat dari produk yang dipromosikan. 
neon box
Neon box terbuat dari kotak akrilik yang bertulisan/bergambar produk yang dipromosikan didalamnya terdapat lampu neon. 


1)   Reklame Komersial : Reklame komersial adalah reklame yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan materi sebanyak-banyaknya dari apa yang mereka reklamekan.
Contoh : iklan sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, roti, baju, jaket, shampoo, perlengkapan kecantikan dan masih banyak lagi.

2)   Reklame Non Komersial (Idiil) : Reklame non komersial atau reklame idiil adalah reklame yang mempunyai tujuan tidak untuk mendapatkan keuntungan materi tetapi biasanya berupa ajakan, himbauan, saran, peringatan dan informasi-informasi dari pemerintah atau lembaga-lembaga lain untuk menyampaikan program-programnya  kepada masyarakat.

Jenis Reklame Menurut Media yang Digunakan
1)   Reklame Audio : Reklame audio adalah reklame yang penyampaiannya dilakukan dengan menggunakan media suara (audio).
Reklame jenis ini biasanya disampaikan lewat radio atau pengeras suara yang dibawa keliling dari daerah satu ke daerah yang lain.

2)   Reklame Visual : Reklame visual adalah reklame yang penyampaiannya dilakukan dengan menggunakan media gambar atau tulisan (visual). 
Contoh reklame jenis ini adalah poster, selebaran, famplet, buklet, leaflet, mobile, etalase, spanduk, baliho, bilboard, bookjacket, embalasi, etiket, iklan.

3)   Reklame Audio Visual : Reklame audio visual adalah reklame yang penyampaiannya dilakukan dengan menggunakan media suara dan gambar atau tulisan (audio visual).
Contoh reklame jenis ini adalah reklame pada televisi, bioskop, dan slide.


Seni dekorasi adalah seni menghias atau memperindah suatu benda, bangunan, atau objek lainnya supaya sesuai dengan kondisi yang diharapkan.
 

seni dekorasi
Yang termasuk seni dekorasi dua dimensi antara lain adalah:
1)   Motif Hias : Jenis hiasan yang digunakan sebagai hiasan-hiasan tertentu, contohnya motif hias geometris.
motif hias

2)   Seni Lukis Hias  : Seni lukis yang dipergunakan untuk mendekorasi suatu ruangan . seperti ruangan rumah, kantor, wisma, hotel dsb.
seni lukis hias

Berdasarkan cakupannya fungsi seni rupa dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
1)   Fungsi Pribadi atau Individual
a)   Memenuhi kebutuhan emosional : Salah satu fungsi seni rupa bagi perorangan adalah memenuhi kebutuhan emosional.
Seni rupa memberikan kepuasan tersendiri bagi penciptanya ataupun bagi penikmatnya.

b)  Memenuhi kebutuhan fisik : Seni rupa terapan yang digunakan dalam kehidupan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan fisik.
Karena ditujukan untuk peralatn hidup, maka kenyamanan sangat dibutuhkan.


a)   Rekreasi : Rekreasi atau hiburan merupakan salah satu fungsi seni yang paling dapat dirasakan.
Keindahan dan kenyamanan suatu karya seni rupa menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menghibur banyak orang dari berbagai kalangan.

b)  Komunikasi : Seiring dengan berkembangnya teknologi dan media sosial, karya seni rupa juga semakin efektif dalam menyampaikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Lihatlah bagaimana seorang pelukis yang berada di Eropa menyampaikan ide-ide dan nilai budayanya melalui sebuah lukisan.

c)   Pendidikan : Setiap karya seni rupa memiliki pesan dan nilai tersendiri. Banyak hal yang kita peroleh ketika menikmati suatu kaya seni rupa. 
Banyak desain bangunan terkenal yang tercipta karena disainernya belajar banyak hal dari seni arsitektur bangunan terdahulu yang berkesan baginya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar