5 Sistem Ekonomi di Dunia

sistem ekonomi

Sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam masyarakat yang dilakukan pemerintah atau swasta berlandaskan prinsip tertentu dalam rangka meraih kemakmuran atau kesejahteraan.


Terdapat pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian sistem ekonomi yaitu sebagai berikut :
1)   Gilarso (1992: 486) : Menurut pendapat Gilarso, pengertian sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produse, konsumen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

2)   Gregory Grossman dan M. Manu : Menurut Gregory Grossman dan M. Manu, pengertian sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi. 

3)   McEachern : Pengertian sistem ekonomi menurut McEachern adalah seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana , dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).

4)   Chestesr A Bermand : Menurut Chester A Bermand, pengertian sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.  

5)   Dumatry (1996) : Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah suatu sistem yang mengatur dan terjalin hubungan ekonomi antar sesama manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan. 


B.  Fungsi Sistem Ekonomi
Fungsi sistem ekonomi adalah sebagai berikut :
1)   Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi.
2)   Berfungsi dalam mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
3)   Sebagai pengatur dalam pembagian hasil produksi di seluruh anggota masyarakat agar dapat terlaksana seperti yang diharapkan
4)   Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik. 


Terdapat berbagai macam sistem ekonomi yang dianut di berbagai negara di dunia ini antara lain sebagai berikut :

1.   Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional ialah suatu sistem ekonomi dalam organisasi kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya.

a. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional
1)   Belum terdapat pembagian kerja yang jelas.
2)   Bergantung pada sektor pertanian/agraris.
3)   Memiliki ikatan tradisi sifatnya kekeluargaan, sehingga bersifat kurang dinamis.
4)   Teknologi produksi sederhana.

b. Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
1)   Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
2)   Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.

c. Keburukan sistem ekonomi tradisional
1)   Masyarakat dengan pola pikir statis
2)   Hasil produksi yang terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.


Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi dimana sebagian besar keputusan dalam perekonomian ditentukan oleh masing-masing individu, bukan lembaga atau organisasi bahkan pemerintah.

Sistem ekonomi ini mencakup kebebasan dalam melakukan aktivitas ekonomi.

Meskipun demikian, dasar dari setiap aktivitas ekonomi tetap pada ekonomi pasar dan menjunjung tinggi hak kepemilikan pribadi.

Meskipun ekonomi liberalisme dapat mendukung peraturan pemerintah, sistem ini cenderung menentang intervensi pemerintah di pasar bebas dan persaingan.

Namun sistem ini dapat menerima intervensi pemerintah dalam rangka menghapus monopoli yang dilakukan oleh pihak swasta, karena hal tersebut dianggap dapat membatasi kebebasan individu dalam membuat keputusan.

Ketika ekonomi liberal menikmati pasar bebas oleh pemerintah, negara tetap menyediakan fasilitas publik.

Ekonomi liberal sering dikaitkan dengan dukungan terhadap pasar bebas dan kepemilikan pribadi atas aset dan modal.

Proteksionisme bertentangan dengan ekonomi liberal karena dianggap tidak mendukung perdagangan bebas dan pasar terbuka.

Secara historis, ekonomi liberal muncul sebagai tanggapan akan merkantilisme dan feodalisme.

Ekonomi liberal juga dianggap bertentangan dengan ekonomi non-kapitalis, seperti sosialisme dan ekonomi terencana.

a.   Sejarah Ekonomi Liberal
Teori dasar ekonomi liberal telah dikembangkan sejak awal abad ke-19 untuk melawan merkantilisme dan feodalisme.

Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Adam Smith yang menganjurkan agar pemerintah tidak terlalu mengintervensi pasar.

Smith berpendapat bahwa jika semua orang dibiarkan melakukan kegiatan ekonominya sendiri dan bukan dikendalikan oleh Negara.

Maka hasilnya akan menjadi harmonis dan lebih bermasyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan.

Teori tersebut didukung oleh sistem ekonomi kapitalis pada akhir abad ke-18 dan runtuhnya sistem merkantilisme.

b.   Dasar Ideologi Ekonomi Liberal
Properti pribadi dan kontrak individu membentuk dasar dari ekonomi liberal.

Teori awal berdasarkan asumsi atas kegiatan ekonomi individu yang lebih banyak berasal dari kepentingan sendiri dan kebutuhan akan kebebasan untuk bertindak tanpa batas.

Untuk menghasilkan hasil terbaik untuk semua orang, asalkan tidak melewati standar dan tetap menjunjung asas keadilan.

Contohnya, tidak boleh melakukan pemaksaan, pencurian, dan penipuan serta terdapat kebebasan berbicara dan pers.

Awalnya, para pendukung ekonomi liberal harus bersaing dengan pendukung feodalisme yang kebanyakan adalah orang kaya dan kaum bangsawan.

Namun pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, pendukung feodalisme kalah.

1)   Posisi Intervensi Negara
Ekonomi liberal menentang intervensi pemerintah dengan alasan bahwa negara sering berfungsi sebagai tempat untuk mewadahi kepentingan bisnis dengan mendistorsi pasar untuk menguntungkan pihak tertentu.

Dengan demikian, hasil yang didapatkan oleh rakyat menjadi tidak maksimal.

Ordo liberalisme dan berbagai sistem liberalisme sosial berdasarkan pada liberalisme klasik yang meliputi peran yang lebih banyak bagi Negara

Namun tidak berusaha untuk menggantikan perusahaan swasta dan pasar bebas dengan perusahaan pemerintah dan perencaan ekonomi.

Misalnya, ekonomi pasar sosial adalah ekonomi yang sebagian besar pasarnya berdasarkan sistem harga bebas dan kepemilikan pribadi.

Tetapi tetap mendukung kegiatan pemerintah untuk mempromosikan pasar yang kompetitif serta program kesejahteraan sosial untuk mengatasi kesenjangan sosial yang dihasilkan dari pasar bebas.

Ekonomi liberal juga mendukung kesetaraan kesempatan (juga dikenal sebagai mobilitas sosial).

Karena mereka yakin bahwa kurangnya kesetaraan kesempatan akan menyebabkan terjadinya peningkatan monopoli yang dilakukan oleh swasta yang sangat melanggar kebebasan individu.

2)   Posisi Perusahaan Publik
Ekonomi liberal dapat mendukung adanya perusahaan publik untuk menyediakan barang publik.

Misalnya, Adam Smith berpendapat bahwa negara memiliki peran dalam perbaikan jalan, sungai, sekolah, dan jembatan yang tidak efisien jika itu dilaksanakan oleh pihak swasta.

Namun, Smith lebih menginginkan infrastruktur pemerintah tersebut harus dikenakan biaya secara proporsional (misalnya, tarif tol, tarif listrik, dan SPP sekolah).

Selain itu, ia juga menganjurkan adanya tarif dalam dukungan penyelenggaraan perdagangan bebas serta melindungi hak cipta dan hak paten untuk mendorong inovasi.

Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh Robert Cox dan ia menyoroti pentingnya inovasi dan peranannya dalam pasar bebas.

c.   Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal
Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi liberal:
1)   Semua sumber produksi adalah milik masyarakat secara individu.
2)   Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi.
3)   Setiap orang bebas memiliki barang (hak milik diakui), termasuk barang modal.
4)   Harga barang ditentukan oleh mekanisme pasar.
5)   Motif utama adalah mencari laba yang terpusat pada kepentingan individu.
6)   Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
7)   Menerapkan sistem persaingan bebas.

d.   Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal
Berikut adalah keunggulan dari sistem ekonomi liberal:
1)   Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi karena mereka tidak perlu menunggu komando pemerintah dan tidak lagi dibatasi pemerintah.
2)   Tingkat efisiensi dan efektifitas menjadi tinggi karena setiap tindakan ekonomi berdasarkan motif mencari keuntungan.
3)   Persaingan akan muncul sehingga mendorong kemajuan usaha.
4)   Barang yang dihasilkan cenderung bermutu tinggi untuk menghadapi persaingan yang ada.
5)   Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat.
6)   Setiap individu bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.

e.   Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal
Berikut adalah kelemahan dari sistem ekonomi liberal:
1)   Terjadi persaingan yang tidak sehat bila para pejabat melakukan korupsi.
2)   Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
3)   Sulit melakukan upaya pemerataan pendapatan dan kesejahteraan.
4)   Banyak terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
5)   Orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin.
6)   Hanya orang yang memiliki sumber daya saja yang bisa kaya, sedangkan yang tidak punya hanya bisa menjadi buruh.
7)   Terjadi eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan sehingga dapat mencemari lingkungan.
8)   Kebebasan mudah disalahgunakan oleh yang kuat untuk memeras pihak yang lemah.

6. Negara yang Menganut Ekonomi Liberal
Amerika Serikat adalah negara yang dikenal sebagai penganut sistem ekonomi liberalisme. Berikut adalah daftar negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal :
1)   Afrika Selatan
2)   Albania
3)   Amerika Serikat
4)   Argentina
5)   Armenia
6)   Australia
7)   Austria
8)   Belanda
9)   Belgia
10)       Bolivia
11)       Brasil
12)       Britania Raya (Inggris)
13)       Bulgaria
14)       Chili
15)       Denmark
16)       Ekuador
17)       Estonia
18)       Filipina
19)       Finlandia
20)       Honduras
21)       Hungaria
22)       India
23)       Iran
24)       Islandia
25)       Israel
26)       Italia
27)       Jepang
28)       Jerman
29)       Kanada
30)       Kolombia
31)       Korea Selatan
32)       Kroasia
33)       Kuba
34)       Latvia
35)       Lithuania
36)       Luxembourg
37)       Makedonia
38)       Meksiko
39)       Mesir
40)       Moldova
41)       Nikaragua
42)       Norwegia
43)       Panama
44)       Paraguay
45)       Perancis
46)       Peru
47)       Polandia
48)       Portugal
49)       Republik Ceko
50)       Romania
51)       Rusia
52)       Selandia Baru
53)       Senegal
54)       Serbia Montenegro
55)       Siprus
56)       Slovakia
57)       Slovenia
58)       Spanyol
59)       Swedia
60)       Swiss
61)       Taiwan
62)       Thailand
63)       Turki
64)       Ukrania
65)       Uruguay
66)       Venezuela
67)       Yunani


Sistem ekonomi sosialis merupakan sistem ekonomi yang menempatkan pemerintah sebagai pusat dalam mengendalikan dan mengatur semua kegiatan ekonomi.

Pemerintah memilih kekuasaan penuh dalam merencanakan, mengambil keputusan, dan menentukan semua kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan sosial

Dan memberikan kesamaan dalam memperlakukan semua individu baik kaya maupun yang miskin.

Awal mula terbentuknya sistem ekonomi sosialis tidak bisa terlepas dari pemikiran Karl Max dan Fredric Engles.

Kedua orang ini memperkenalkan sistem ekonomi sosialis melalui buku karya mereka yang berjudul “The Communist Manifesto”.

Dalam buku tersebut Karl Max dan Fredric Engles memberikan kritik terhadap penerapan sistem kapitalisme yang menurut mereka banyak menciptakan masalah internal Negara.
Sehingga tidak layak lagi untuk diterapkan.

Kapitalis menciptakan jurang antara pemilik modal atau capital dengan kaum buruh

Selain itu sistem kapitalis juga akan melahirkan individu-individu yang akan terus bersaingan dalam kegiatan produksi dimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tanpa adanya pengawasan dari pemerintah.

Dalam sistem kapitalisme peran pemerintah sangat minim, sehingga jika terjadi masalah dalam perekonomian karena terjadinya persaingan yang tidak terkendali dan yang paling di khawatirkan kesenjangan yang tinggi akan memicu dampak protes yang besar sehingga berbahaya bagi negara itu sendiri.

Konsep sosialisme yang dibawa oleh Karl Max dan Fredric Engles merupakan langkah maju dalam melawan arus penerapan sistem kapitalisme oleh negara barat yang terus meluas.

Langkah awal yang diperlukan untuk mewujudkan sosialisme adalah menggantikan peran kapitalisme dengan komunisme, yaitu dengan cara pemerintah mengambil alih seluruh sumber-sumber daya produksi yang sebelumnya dikuasai oleh individu.

Dalam konsep sistem ekonomi sosialis pemerintah memiliki peran yang sangat besar dalam kegiatan ekonomi dan menghilangkan kebebasan hak individu dalam memiliki sumber daya produksi.

Dengan keterlibatan penuh pemerintah maka akan lebih mudah dalam mengawasi dan mengatur kegiatan ekonomi, selain itu pemerintah dapat menghindarkan segala persaingan tidak sehat yang berakibat pada kesenjangan sosial.

a.   Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Sosialis
Dalam penerapan sistem ekonomi sosialis akan terlihat seberapa jauh peran pemerintah dalam mengendalikan semua kegiatan ekonomi dan kepemilikan sumber daya.

Bisa dikatakan bahwa pemerintah adalah satu-satunya pelaku perekonomian dan merupakan pusat kekuatan yang memiliki banyak peran.

Untuk mengetahui apakah suatu negara menerapkan ekonomi sosialis bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri berikut ini :
1)   Seluruh sumber daya produksi dimiliki oleh pemerintah, individu tidak diberi kewenangan dan kebebasan dalam kepemilikan sumber daya.
2)   Adanya pengakuan kesamaan antara golongan yang kaya dan yang miskin dalam berpolitik, sosial, dan ekonomi.
3)   Pemerintah adalah satu-satunya yang memiliki kekuasaan dalam perencanaan ekonomi.
4)   Tidak adanya kompetisi menyebabkan sedikit jumlah pengusaha yang ada di negara tersebut.
5)   Pemerintah menjadi pusat dalam pengambilan keputusan dalam segala kegiatan ekonomi, seperti perdagangan luar negeri, distribusi, konsumsi, dan Investasi.
6)   Terwujudnya kesejahteraan sosial yang merata di masyarakat.
7)   Jumlah produksi sangat terbatas karena berkaitan dengan kemampuan produksi dan kebutuhan

Sistem ekonomi sosialis merupakan bentuk kritik terhadap adanya praktik sistem ekonomi liberal yang kemudian menciptakan masyarakat kapitalis.

Menurut kaum sosialis, dengan penerapan sistem kapitalisme memiliki kekurangan yang akan dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat miskin.

Kaum sosialis berkeinginan untuk tetap memiliki peran dalam perekonomian, memiliki tugas untuk mengawasi dan memutuskan segala bentuk kebijakan yang nantinya hasil dari perekonomian bisa dirasakan lebih merata baik oleh pemerintah dan masyarakat.

b.   Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis
1)   Tersedianya fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi rakyat dengan biaya murah.
2)   Adanya pengakuan kesamaan sosial antara yang kaya dengan yang miskin.
3)   Menghilangkan praktik monopoli pasar.
4)   Adanya pemerataan pendapatan.
5)   Inflasi lebih mudah dikendalikan oleh pemerintah.
6)   Pemerintah memiliki kendali penuh dalam menjalankan dan mengawasi kegiatan ekonomi.

c.   Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis
1)   Melambatnya pertumbuhan perekonomian karena hanya pemerintah satu-satunya pelaku pasar.
2)   Sedikitnya jumlah kewirausahaan karena keterbatasan akses dalam memiliki sumber daya.
3)   Tidak adanya imbalan atas kreativitas sehingga berakibat pada rendahnya semangat berinovasi.
4)   Pajak yang diberlakukan terlalu tinggi.
5)   Tidak adanya pengakuan dan kebebasan individu dalam memiliki sumber daya.
6)   Ketersediaan produk dan jasa sangat terbatas.

d.   Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis
Saat terjadi perang dingin di tahun 1947, peta kekuatan dunia saat itu terbagi menjadi 2 kelompok yaitu Blok Timur yang merupakan bentukan negara Uni Soviet dan beberapa negara Eropa

Sedangkan Blok Barat yang merupakan gabungan antara Amerika Serikat dan NATO.

Berkaitan degan sistem perekonomian kedua blok ini memiliki pandangan yang berbeda dalam menerapkan kebijakan sistem ekonomi yang dianut.

Negara Blok Barat terkenal dengan sistem ekonomi liberal atau masyarakat kapitalis dan sedangkan Blok Timur menerapkan sistem ekonomi sosialis yang kemudian akan melahirkan masyarakat komunis.

Dari ideologi dan tujuan sistem ekonomi liberal dan sosialis memiliki arah yang bertolak belakang, meski pada kenyataannya semua sistem ini memiliki kekurangan dan kelebihan.

Pada akhirnya penerapan kedua sistem ekonomi mampu menghasilkan negara-negara yang memiliki kekuatan perekonomian yang kuat dan stabil.

Berikut penerapan sistem ekonomi sosialis pada 3 negara yang dianggap paling sosialis dibanding negara yang lainnya.

1)   China
Pemerintah China memiliki kendali paling dominan terhadap beberapa penentuan kebijakan dan kegiatan ekonomi di negara tersebut.

Namun untuk beberapa sektor, pemerintah China melakukan efisiensi terhadap kebijakan yang dulu pernah diterapkan.

Seperti fasilitas perlindungan kesehatan yang sekarang tidak di subsidi lagi oleh pemerintah.

Ekonomi China awalnya menganut sistem ekonomi sosialis, namun secara lambat laun sistem ekonomi ini mengalami perubahan seiring dengan beberapa arah kebijakan yang ditujukan untuk membangkitkan kembali kestabilan ekonomi.

Saat ini ekonomi China sekilas menganut sistem ekonomi liberal atau kapitalisme, hal ini terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk membuka pasar bebas internasional.

Meskipun terdapat unsur liberal, pemerintah China masih melabeli diri mereka sebagai negara yang pro terhadap sosialisme.

Dari model sistem ekonomi yang seperti ini, sebenarnya mereka telah meninggalkan bentuk murni dari sistem ekonomi sosialis.

Bentuk soaialis bisa dilihat dari total perusahaan yang ada di China, 70% merupakan BUMN dan sisanya dikuasai oleh swasta.

Pertumbuhan angka perusahaan swasta dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, dan inilah yang menunjukkan adanya unsur sosialis dan unsur liberal.

Dengan perubahan penerapan sistem ekonomi tersebut berdampak positif bagi perekonomian China.

Yaitu menempatkan negara China sebagai negara kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia setelah Amerika.

2)   Korea Utara
Sistem ekonomi sosialis di Korea Utara terlihat dengan adanya penguasaan dan kendali penuh oleh pemerintah terhadap seluruh kegiatan ekonomi.

Penerapan sistem ekonominya hampir mirip dengan China namun ada sedikit perbedaan yang tidak akan pernah ditemukan, yaitu tidak adanya Bursa Efek di Korea Utara.

Indikasi ini menunjukkan bahwa negara Korea Utara sangat tertutup dan tidak mudah untuk membuka penanaman investasi asing di negaranya, dan bisa dibilang sistem ekonomi Korea Utara lebih sosialis dibanding dengan China.

Sekitar pertengahan tahun 1975, Korea Utara mencatat memiliki beberapa kemajuan di banding China pada saat itu, yaitu secara pendidikan dan produktivitas Korea Utara jauh meninggalkan China.

Namun kenyataannya dalam menjalankan pemerintahannya, negara ini pernah mengalami beberapa hal yang terburuk dalam sejarahnya, terutama adanya bencana kelaparan yang melanda rakyatnya.

Penerapan sistem ekonomi sosialis di negara Korea Utara bisa dibilang tidak cukup sukses, mengingat jika dilihat sampai sekarang pertumbuhan ekonomi negara tersebut mengalami kemunduran dan juga tidak lebih baik dari negara saudaranya yaitu Korea Selatan.

3)   Kuba
Kuba merupakan salah satu negara sosialis yang paling menonjol diantara negara yang lain dalam menerapkan sistem ekonomi sosialis.

Jika kita melihat ciri-ciri negara sosialis, maka semua ciri tersebut hampir seluruhnya dapat terlihat pada negara Kuba.

Seperti dominannya peran pemerintah dalam mengendalikan seluruh kegiatan ekonomi negara, terdapatnya fasilitas kesehatan yang dibentuk oleh pemerintah untuk rakyatnya, adanya sekolah gratis yang diberikan untuk rakyat di segala jenjang pendidikan, negara memberikan hunian untuk rakyatnya dengan program subsidi, dan negara memberikan subsidi untuk bahan pangan.

Dari bagaimana cara Kuba menjalankan kegiatan negara dan ekonominya, sangat terlihat sekali jika negara ini paling sosialis dibanding dengan negara yang lain.

Dengan memberikan begitu banyak fasilitas untuk rakyatnya yang sekilas terlihat bahwa negara sangat memperhatikan dan menjamin nasib rakyatnya, namun ada sisi buruk dari penerapan sistem ini di Kuba.

Yaitu banyaknya fasilitas justru berdampak pada rendahnya upah yang diterima oleh kaum buruh di negara tersebut.

Sama seperti Korea Utara, di Kuba juga tidak terdapat pasar Bursa Efek, sehingga Kuba menerapkan sistem perdagangan yang tertutup dari negara lain dan membatasi penanaman investasi asing yang masuk ke negara Kuba.

Perubahan sistem ekonomi Kuba mulai terjadi pada tahun 2010, dimana sistem yang mereka anut hingga sekarang menerapkan sistem ekonomi ganda, yaitu sistem ekonomi sosialis untuk beberapa sektor tertentu, dan sistem ekonomi campuran.

Dengan menerapkan dual sistem ini, Kuba mencoba untuk melakukan revolusi untuk mewujudkan pasar bebas dengan membuka kegiatan ekspor impor dengan dunia internasional dan memanfaatkan kekayaan pariwisata.

Alasan lain terjadinya perubahan sistem ekonomi adalah karena beban negara dalam memberikan dana subsidi yang begitu besar untuk beragam sektor yang ada dalam negara.

Negara-negara menganut paham komunis bisa dikatakan mereka pasti menerapkan sistem ekonomi sosialis.

Namun tidak semua negara penganut sistem ekonomi sosialis termasuk penganut paham komunis, sebut saja India.  

Meski pada beberapa negara menyatakan mereka penganut sistem ekonomi sosialis, pada kenyataan sistem yang mereka terapkan bukan sepenuhnya murni sistem ekonomi sosialis.

Hancurnya Uni Soviet merupakan titik dimana sistem ekonomi sosialis dianggap gagal, bahkan beberapa negara pecahan Uni Soviet tidak menerapkan sistem ekonomi sosialis lagi.

Contohnya China meski mereka menyebut dirinya sosialis namun paham yang mereka terapkan merupakan beberapa prinsip yang menggabungkan antara sosialis dan kapitalis

Sehingga perubahan sistem ini mampu membawa China menjadi negara kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dunia. 

Praktik kapitalisme yang dibawa oleh negara barat memberikan ruang dalam penerapan kebebasan dalam mengolah sumber daya yang berdampak pada banyaknya hasil produksi barang dan jasa yang berkualitas.

Beberapa negara yang menerapkan sistem ini mendapat perkembangan ekonomi yang sangat baik.

Arus kapitalis yang meluas mendorong terwujudnya pasar bebas di dunia internasional, dimana dengan kemampuan mereka dalam memproduksi barang dan jasa maka kebutuhan pasar yang luas akan sangat penting untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Kelemahan dari sistem kapitalisme ini adalah tidak adanya peran pemerintah dalam mengendalikan kegiatan ekonomi.

Eksploitasi yang berlebih terhadap sumber daya lama kelamaan akan menimbulkan kesenjangan yang tinggi dalam kehidupan sosial, dimana yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. 

Sistem ekonomi sosialisme adalah awal mula lahirnya masyarakat komunis. Komunisme sendiri muncul karena bentuk kritikan terhadap praktik kapitalisme yang dirasa cukup membahayakan pemerintah itu sendiri.

Sosialisme disebut juga sebagai anti kapitalisme karena pada penerapannya sangat terlihat kontras sekali perbedaan yang sangat bertolak belakang.

Dimana dalam sistem sosialis pemerintah memiliki kekuasaan penuh dalam menjalankan perekonomian dan pemerintah membatasi kepentingan-kepentingan individu dalam hal kepemilikan sumber daya produksi.

Langkah ini merupakan alasan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan persamaan pengakuan hak individu agar tidak ada jurang antara yang kaya dengan yang miskin


Ekonomi campuran adalah sebuah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta berperan bersama-sama untuk mengatur kegiatan ekonomi.

Tujuan dari sistem ekonomi campuran adalah untuk terciptanya kegiatan ekonomi yang lebih terarah, dimana pemerintah menjalankan fungsi sebagai pengatur dan memberikan kebebasan kepada swasta untuk berperan langsung dalam kegiatan perekonomian.

Sehingga diharapkan dari hasil kegiatan perekonomian tersebut dapat mewujudkan kesejahteraan sosial dengan adanya pemerataan pendapatan.

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem ekonomi yang menganut paham kapitalisme dan sosialisme.

Sistem ekonomi campuran memberikan perlindungan terhadap kepemilikan swasta dan memberikan kebebasan ekonomi dalam menggunakan sumber daya

Namun pemerintah berperan dalam mengatur kegiatan perekonomian yang hasilnya digunakan untuk kepentingan sosial.

Sistem ekonomi campuran tidak menghalangi swasta untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya

Namun pemerintah hanya mengawasi kegiatan ekonomi tersebut untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan kekuasaan.

Ekonomi campuran merupakan gabungan dari berbagai sistem ekonomi yang ada, tujuan dari terciptanya sistem ekonomi ini adalah terciptanya pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pemerintah masih memegang peran penting dalam kegiatan ekonomi.

Namun pada kenyataannya sistem ekonomi masih dipengaruhi oleh paham kapitalis dan sosialis, sehingga pada penerapannya terbagi menjadi dua kelompok.

Berikut jenis penerapan ekonomi campuran, yaitu:
1)   Ekonomi Campuran Kapitalis – Memungkinkan pihak swasta untuk menguasai berbagai sektor produksi. Sedangkan peran pemerintah sangat minim dalam sistem ini, tugas pokok pemerintah yaitu memastikan percepatan pertumbuhan ekonomi.
2)   Ekonomi Campuran Sosialis – Dalam sistem ini pemerintah memegang kendali penuh atas semua kegiatan produksi dan pemerintah bertanggung jawab untuk mewujudkan kestabilan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

Di dalam sistem ekonomi campuran pemerintah memiliki banyak peran dalam membuat kebijakan, menentukan, dan mengambil keputusan ekonomi.

Berikut detail peran pemerintah dalam sistem ekonomi campuran adalah,
1)   Menentukan arah kebijakan dan membuat peraturan untuk mengendalikan semua kegiatan ekonomi.
2)   Menentukan arah kebijakan fiskal yang bertujuan untuk mengatur keuangan negara, seperti pemberlakuan pajak dan menentukan anggaran negara.
3)   Menentukan arah kebijakan moneter yang bertujuan mengatur keuangan negara dan sistem perkreditan negara.
4)   Mendirikan organisasi dan institusi pemerintah yang secara langsung bersentuhan dengan kegiatan ekonomi yang tujuannya adalah memberikan fasilitas kepada masyarakat dan menambah pemasukan bagi negara.

Ketika sistem ekonomi hanya mengandalkan dari pemerintah sebagai pusat penentu kebijakan sekaligus pelaku produksi barang dan jasa maka akan berakibat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Sistem ekonomi yang seperti ini hanya akan menyebabkan ketergantungan pada pemerintah atau negara dimana pemerintah harus mencukupi segala kebutuhan permintaan pasar.

Hal ini menimbulkan dampak terbatasnya produksi barang dan jasa, dimana pemerintah tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar dan sistem ini rentan terhadap permainan harga pasar.

Seperti yang kita ketahui bahwa umumnya harga terbentuk oleh hukum penawaran dan permintaan pasar, maka ini menjadi tidak berlaku lagi, karena ada pihak tertentu yang memiliki kendali terhadap pengaturan ini, siapa lagi kalau bukan pemerintah.

Sistem ekonomi yang terpusat hanya pada pemerintah atau negara, maka sistem yang seperti ini merupakan cikal bakal lahirnya masyarakat komunis.

Ketika pemerintah memilih untuk meminimalkan perannya dalam kegiatan perekonomian dan memberikan kebebasan sepenuhnya kepada swasta atau masyarakat untuk menguasai sumber-sumber daya yang dimanfaatkan dalam rangka menyokong kegiatan perekonomian Negara

Maka sistem ekonomi yang seperti ini akan menciptakan masyarakat yang kreatif dan memiliki inisiatif dalam memajukan perekonomian.

Masyarakat atau swasta akan berlomba-lomba melakukan banyak inovasi, sehingga akan menimbulkan persaingan untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

Perkembangan sistem ekonomi seperti ini kemudian menimbulkan adanya gelombang perdagangan bebas dunia internasional

Dimana negara ingin membuka pasar perdagangan baru tanpa adanya pembatasan kuota produk dan memberikan kemudahan dalam melakukan ekspansi pasar di luar negeri.

Dari penerapan kedua sistem ekonomi diatas ternyata masih menimbulkan banyak kekurangan, seperti penyalahgunaan sumber daya karena tidak adanya kendali dari pemerintah, kesenjangan sosial semakin tinggi karena tidak ada pemerataan pendapatan, munculnya persaingan yang tidak sehat, eksploitasi sumber-sumber daya yang berlebihan, dan yang paling merugikan adalah adanya kekuatan monopoli pasar.
Dari masalah ini kemudian muncul sistem ekonomi campuran, dimana pemerintah dan swasta saling bersama-sama menggerakkan perekonomian.

Dengan adanya sistem ini memungkinkan terciptanya kestabilan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

a.   Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran
Suatu negara dikatakan sebagai penganut ekonomi campuran jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)   Pemerintah memiliki kekuasaan penuh atas semua sumber-sumber daya.
2)   Pemerintah bertindak sebagai penyusun kebijakan-kebijakan penting, peraturan, dan pengambil keputusan terkait dalam kegiatan perekonomian.
3)   Perusahaan swasta diberikan kebebasan dalam menjalankan kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah bertugas mengawasi dan mengatur batasan-batasan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
4)   Produksi barang dan jasa disesuaikan dengan penawaran dan permintaan pasar, baik jenis maupun jumlahnya.
5)   Pemerataan pendapatan dan jaminan sosial menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah.
6)   Swasta mendapat kebebasan dalam mengolah sumber daya, kebebasan ini diatur oleh pemerintah melalui peraturan dan kebijakan.

Tujuan awal dibentuknya sistem ekonomi campuran adalah untuk menghindari adanya praktik monopoli pasar dan penyalahgunaan kekuasaan dalam mengelola produksi dan sumber daya. Namun pada kenyataannya sistem ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya.

b.   Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran
Berikut kelebihan pada penerapan sistem ekonomi campuran :
1)   Sektor industri dan bisnis dapat dikelola oleh perusahan swasta atas izin dari pemerintah. Fakta yang terjadi sampai saat ini adalah perusahaan swasta akan lebih cenderung mementingkan keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga akan mengutamakan efisiensi biaya dan melakukan banyak inovasi untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
2)   Mengurangi beban pemerintah dalam menentukan kebijakan peraturan dan pengaruh dalam menentukan produksi dan distribusi barang maupun jasa. Sebelumnya pemerintah menguasai mayoritas sektor ekonomi yang berakibat pada tidak terserapnya hasil produksi barang dan jasa karena tidak sesuai dengan keinginan pasar.
3)   Pemerintah memiliki kekuasaan untuk mengatur pasar dan menindak praktik penyalahgunaan kekuatan monopoli, seperti mencegah kenaikan harga yang berlebihan.
4)   Pemerintah berhak memberlakukan sistem perpajakan terhadap produksi barang dan jasa.
5)   Pemerintah memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijakan terkait pencegahan produksi barang yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti limbah pabrik dan polusi.
6)   Negara mendukung terciptanya fasilitas umum, seperti kepolisian, pertahanan negara, pendidikan dan kesehatan.
7)   Terciptanya pemerataan pendapatan, sehingga akan mengurangi tingkat kemiskinan.
8)   Terciptanya kestabilan ekonomi makro dan perluasan kebijakan fiskal.

c.   Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran
Berikut kekurangan pada penerapan sistem ekonomi campuran :
1)   Tidak ada kejelasan dan peraturan tentang seberapa besar pengaruh pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
2)   Perluasan kebijakan fiskal bisa berimbas pada semakin sulitnya mendapat pinjaman dari pemerintah.
3)   Banyaknya kekuatan pasar akan menyebabkan munculnya ketimpangan dalam persaingan bisnis dan tidak tepatnya dalam mengolah sumber daya.
4)   Ekonomi campuran akan menghambat terciptanya pasar bebas karena pemerintah memiliki peran besar dalam menentukan kebijakan berkaitan dengan kepemilikan dan pengolahan sumber produksi.
5)   Ekonomi campuran berpotensi memperlambat pertumbuhan perekonomian negara.
Secara umum sistem ekonomi dalam perekonomian suatu negara dibedakan menjadi empat macam, yakni sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi liberal, sistem ekonomi sosialis, serta sistem ekonomi campuran.

Namun sebagai sebuah negara yang berdaulat, Indonesia mempunyai sistem ekonomi sendiri yang disebut sistem ekonomi pancasila

5.   Sistem Ekonomi Indonesia
Indonesia pernah menjalankan sistem ekonomi yang berubah-ubah dalam sejarah perekonomiannya, sampai akhirnya menetapkan sistem ekonomi pancasila sebagai sistem ekonomi Indonesia

a.   Sistem Ekonomi Liberal (1950-1957)
Sistem ekonomi liberal merupakan suatu sistem di mana negara memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat untuk melaksanakan kegiatan ekonomi.

Sistem ini berdasar pada teori Adam Smith (1723 - 1790) dalam bukunya yang berjudul "The Wealth of Nations", yang terbit pada tahun 1776, dengan ajaran pokok nya menyerahkan kebebasan individu di seluruh sektor ekonomi.

Sistem Ekonomi Liberal pernah dipakai oleh Indonesia sejak tahun 1950 sampai dengan 1957 atau lebih tepatnya sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi yang pertama kali yang dianut oleh bangsa Indonesia setelah kemerdekaan.

Alasan indonesia menganut sistem ekonomi ini adalah karena ketidakmampuan "sistem ekonomi pasca kemerdekaan" untuk menjalankan roda perekonomian indonesia sehingga mengakibatkan masih terjadinya kekacauan dalam ekonomi indonesia.

Namun sayang nya sistem ekonomi ini dianut oleh Indonesia dalam jangka waktu yang sangat singkat karena dianggap tidak dapat memperbaiki masalah finansial yang sedang menerpa Indonesia selepas indonesia lepas dari penjajahan oleh jepang dan belanda.

b.   Sistem Ekonomi Etatisme (1959-1967)
Pada tahun 1959 Indonesia hijrah dari sistem Ekonomi Liberal ke Sistem Ekonomi Etatisme. pertama kali Indonesia menganut sistem ekonomi ini berawal dari dekrit presiden yang dikeluarkan oleh presiden Ir. Soekarno pada 5 Juli 1959.

Alasan utaman diberlakukannya Sistem Ekonomi Etatisme adalah karena kegagalan dari sistem ekonomi liberal yang mengakibatkan pengusaha pribumi masih lemah dan tidak mampu bersaing dengan pengusaha nonpribumi, khususnya pengusaha Cina.

Namun sama seperti sistem ekonomi Liberal, sistem ekonomi Etatisme juga dinilai belum dapat memperbaiki masalah finansial di Indonesia.

Hal ini dikarenakan adanya hambatan terhadap pengusaha pribumi untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan yang telah ditinggalkan oleh kaum penjajah.

c.   Sistem Ekonomi Campuran (1967-1998)
Sistem ekonomi campuran adalah perpaduan antara sistem sosialis dan sistem liberal, yang mengadopsi dari garis tengah antara pengendalian dan kebebasan, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara dan peran menonjol individu.

Sistem ekonomi sosialis merupakan sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan ekonomi ditetapkan oleh pemerintah sedangkan masyarakat bertugas menjalankan peraturan yang ditentukan.

Pada sistem ekonomi campuran ini, antara pemerintah dengan masyarakat bersama-sama untuk ikut memajukan kegiatan perekonomian.

Pemerintah sebagai controler dan stabilisator kegiatan perekonomian, sedangkan masyarakat mendapat tugas untuk melakukan kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi.

Alasan digunakannya Sistem Ekonomi Campuran adalah karena ingin memprioritaskan stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik terutama untuk mengendalikan inflasi, menyelamatkan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat.

Pengendalian inflasi dibutuhkan karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650% per tahun yang merupakan sisi negatif dari sistem ekonomi etatisme.

Sistem ekonomi campuran mulai dianut oleh bangsa Indonesia pada tahun 1967sampai dengan 1998.

Sistem ekonomi ini cukup lama bertahan di Indonesia karena dirasa dapat mengontrol Inflasi atau lonjakan harga barang secara drastis dan berlangsung secara berkesinambungan.

d.   Sistem Ekonomi Pancasila (1998-sekarang)
Sejak tahun 1998 sampai sekarang Indonesia dapat dikatakan menggunakan Sistem Ekonomi Pancasila.

Sistem ekonomi pancasila juga sering disebut pengembangan dari sistem ekonomi campuran karena sistem ekonomi campuran dianggap sebagai pelopor adanya sistem ekonomi Pancasila.

Penyebab timbulnya pergantian ke sistem ekonomi Pancasila ialah karena adanya krisis finansial yang diakibatkan karena memburuknya ekonomi global pada saat itu.

Hal ini tentu membawa dampak yang negatif bagi bangsa indonesia di sektor perekonomian mengingat indonesia masih dikategorikan sebagai negara yang sedang berkembang sehingga Indonesia merasakan dampak yang paling buruk.

Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah terperosok jatuh dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di seluruh bidang, terutama ekonomi.

Indonesia melaksanakan sistem ekonomi Pancasila atau sistem ekonomi demokrasi, walaupun pada hakikatnya merupakan sistem ekonomi.

Sistem ekonomi demokrasi, yakni suatu sistem ekonomi yang memiliki landasan sebagai berikut:
1)   Idiil, yakni Pancasila.
2)   Struktural, yakni UUD 1945.
3)   Struktural, yakni Pasal 33 ayat (1), (2) dan (3) UUD 1945.

Pada sistem ekonomi demokrasi, rakyat Indonesia berperan sebagai pelaku utama dalam perekonomian.

Sistem ekonomi Indonesia menekankan pada demokrasi ekonomi yang mempunyai ciri-ciri positif sebagai berikut:
1)   Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2)   Cabang-cabang produksi yang penting untuk negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3)   Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya guna kemakmuran rakyat.
4)   Sumber-sumber kekayaan serta keuangan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta diawasi oleh lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakannya ada pada rakyat.
5)   Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak.
6)   Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7)   Potensi, inisiatif serta daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8)   Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Selain ciri positif, dalam pelaksanaan sistem demokrasi ekonomi harus dihindari ciri-ciri negatif sebagai berikut:
1)   Sistem free fight liberlisme yang menumbuhkan eksploitasi (penindasan) terhadap manusia serta bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan struktural posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
2)   Sistem etatisme, yakni negara berserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikanpotensi dan daya kreasi unti-unit ekonomi diluar sektor negara.
3)   Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan eknomi pada satu kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar