Hewan Khas Nanggroe Aceh Darussalam : Ceumpala Kuneng (Trichixos Pyrropygus)


ceumpala kuneng

Ceumpala Kuneng adalah salah satu burung kebanggaan rakyat Aceh.
Pada saat kejayaan Kerajaan Aceh, dibawah kepimimpinan Sultan Iskandar Muda, Ceumpala Kuneng telah di kenal serta disebut-sebut dalam beragam hikayat Aceh.
Oleh karena ketenarannya burung jadikan Fauna Jati diri Provinsi Aceh.
Burung asli Indonesia ini mempunyai beberapa nama mulai Cempala Kuneng, Kucica Ekor-kuning, dan Ceumpala Kuneng, serta dalam bahasa Aceh sendiri terkadang disebut sebagai cicem pala kuneng.
Dalam bahasa Inggris salah satu anggota burung pengicau ini disebut dengan Rufous-tailed Shama.
Dan dalam bahasa latin, nama ilmiah resminya adalah Trichixos pyrropygus.
Jumlah populasi dan individu tidak diketahui dengan pasti.
Namun disinyalir telah mengalami penurunan populasi yang sangat besar dan mulai menjadi hewan langka di beberapa daerah.
Penurunan populasi diakibatkan oleh tingkat kerusakan hutan yang tinggi di wilayah Sumatera dan Kalimantan serta adanya perburuan liar untuk diperjualbelikan sebagai burung peliharaan.
Meskipun keberadaannya di alam bebas semakin langka, namun oleh lembaga konservasi internasional IUCN Red List masih belum dianggap terancam dan hanya dikategorikan dalam spesies berstatus Near Threatened atau hampir terancam sejak tahun 2000.
Belum terdaftar dalam apendiks CITES serta tidak termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi sebagaimana Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.
Namun dengan tingkat deforestasi yang sangat tinggi, tidak menutup kemungkinan burung indah Ceumpala Kuneng atau Kucica Ekor-kuning hanya akan tersisa di dalam Hikayat Aceh saja.

A.  Klasifikasi Ilmiah Ceumpala Kuneng
2.   Filum: Chordata
3.   Kelas: Aves
4.   Ordo: Passeriformes
5.   Famili: Muscicapidae
6.   Genus: Trichixos
7.   Spesies: Trichixos pyrropygus.

B.  Ciri-Ciri Ceumpala Kuneng

Postur tubuhnya seukuran murai batu, dengan panjang tubuh sekitar 21 cm.
Bentuk tubuhnya juga mirip murai batu, hanya berbeda warna, motif, dan panjang ekornya saja.
Burung jantan mempunyai ketidaksamaan warna dari burung betina.
Pada jantan dewasa, badan sisi atas berwarna hitam.
Sisi tenggorokan serta dada juga hitam.
Sedang perut sampai daerah kloaka berwarna oranye.
Burung jantan juga mempunyai alis berwarna putih memiliki ekornya berwarna orange.
Pada burung betina dewasa, warna badan sisi atas cokelat.
Sisi perut berwarna cokelat muda.
Diluar itu, burung betina tak mempunyai alis putih diatas matanya.
Burung remaja lebih coklat berbintik-bintik kuning merah karat. Iris coklat; paruh hitam; kaki hitam.
Perkembangbiakkannya belum banyak diketahui.
Pada bulan Februari dan April didapatkan anakan dari burung ini yang menandakan bahwa burung ini melahirkan 
Tetapi banyak dugaan bahwa burung ceumpala kuneng bertelur tetapi di eram didalam tubuh sang induk 
Sampai anaknya menetas dari telur dan baru di keluarkan dari tubuh sang induk .
Cara berkembang biak seperti ini disebut Bertelur Melahirkan (Ovovivpar)
Habitat burung Ceumpala Kuneng meliputi hutan dataran rendah, daerah rawa gambut, hutan berdaun lebar dengan ketinggian di bawah 1.200 meter dpl.
Cempala Kuneng termasuk burung yang memakan biji-bijian.
Burung ini tersebar di Semenanjung Thailand, Semenanjung MalayaBrunei dan Indonesia.
Di Indonesia burung ini hanya ditemukan di Sumatera dan Kalimantan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar