Senin, 27 November 2023

ALAT PELINDUNG DIRI



Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau biasa disebut dengan K3, yaitu sebuah upaya sebuah upaya maupun usaha untuk mencegah terjadinya suatu resiko kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, peledakan, kebakaran bahkan pencemaran lingkungan.

Meskipun demikian, peralatan K3 sendiri memiliki pengertian yakni sebagai berikut, suatu alat yang dapat melindungi seseorang di tempat kerja dari potensi kecelakaan atau kelalaian.

 

Apa Itu Alat Pelindung Diri?

Alat pelindung diri (APD) mengacu pada peralatan atau persyaratan yang harus dikenakan oleh personil proyek sesuai dengan kondisi kerja.

Ada banyak undang-undang di Indonesia yang mengatur perangkat K3. Keselamatan kerja diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970. Tentang kesehatan pekerja dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992.

Terakhir, ada bagian tentang ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden tentang pelaksanaan K3 juga dikeluarkan sebagai perluasan dari peraturan tersebut. 

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 tentang APD atau alat pelindung diri menjelaskan tentang kewajiban menggunakan alat pelindung diri atau alat K3.

Hal ini agar perusahaan memberikan peralatan K3 kepada karyawannya sesuai dengan SNI. Perusahaan dapat membantu pekerja dalam menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan menghindari hasil negatif lainnya dengan menyediakan alat K3 yang tepat.

 

Jenis Alat Pelindung Diri K3

Keselamatan dalam bekerja merupakan hal yang sangat wajib untuk selalu diperhatikan dan diprioritaskan oleh pihak perusahaan maupun pekerja.

Untuk menjamin terlaksananya hal tersebut, bagian K3 atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja sudah ditentukan dalam sebuah Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Selain itu, perusahaan dan pekerja juga harus mengetahui mengenai keselamatan kerja sesuai dengan standar yang berlaku di dalam UU.

Mari bersama-sama kita bahas penjelasan mengenai peralatan K3 apa saja yang diperlukan, beserta fungsi dan penjelasan untuk melindungi diri saat bekerja.

1.   Pelindung Kepala

Alat pelindung untuk kepala bisa berupa helm pengaman (safety helmet), topi, tudung kepala, penutup atau pengaman rambut, dan lain sebagainya. Alat ini berfungsi untuk menjaga kepala dari kemungkinan terjadinya benturan, kejatuhan benda keras atau tajam, dan terpukul pada bagian kepala. 



Selain melindungi dengan risiko benturan benda, penutup kepala juga akan menjaga individu dari radiasi panas, percikan bahan kimia, api, mikroorganisme, dan suhu yang sedang ekstrem.

Disarankan agar peralatan K3 ini sesuai dengan lingkar kepala pekerja agar nyaman digunakan dan melindungi secara efisien.

Ada tiga jenis helm pengaman, masing-masing dengan tingkat perlindungan yang berbeda.

Yang pertama adalah General Type Helmet (G) yang sangat baik untuk melindungi kepala dari sesuatu atau apapun yang bisa jatuh dari benda, serta mengurangi terpaan listrik dengan tegangan rendah hingga 2.200 Volt.

Kedua, Helm Tipe Elektrik (E) memiliki fungsi yang sama dengan Tipe G, Hanya tipe ini yang mampu meredam terpaan listrik bertegangan tinggi hingga 22.000 volt.

Ketiga, Tipe Konduktif (C), di sisi lain, hanya dapat melindungi dari benturan dan benda jatuh.

 

2.   Pelindung Wajah

APD K3 yang digunakan untuk melindung area wajah termasuk mata yaitu kacamata pengaman (spectacles), face shield, googles, masker selam, dan tameng muka lengkap dengan kacamata pengaman yang menjadi satu (full face masker). 



Alat pelindung wajah ini berfungsi untuk melindungi organ mata dan muka secara keseluruhan. Terutama dari bahan kimia berbahaya, partikel kecil yang melayang di udara dan permukaan air.

Termasuk melindungi wajah dari percikan panas, uap, radiasi gelombang elektromagnetik, pancaran cahaya, benda kecil.

Pelindung tersebut juga akan menjaga wajah dari benturan benda keras atau tajam

Safety Spectacles : mempunyai bentuk sama dengan kacamata pada biasanya serta hanya bisa melindungi dari benda tajam, partikel kecil, debu serta cahaya. Umumnya digunakan dikala proses pemotongan serta menyolder sesuatu.

Safety Goggles : bentuknya melekat pas di muka serta biasanya dipakai oleh pekerja di teknisi mesin produksi. Agar bisa bebas dari percikan bahan kimia, uap, debu serta asap.

Face Shield : merupakan bagian penting dari alat pelindung diri karena melindungi wajah dari larutan panas, goresan dari benda tajam, air, dan bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Alat ini biasanya digunakan dalam kegiatan atau prosedur pengelasan.

 

3.   Pelindung Telinga

Untuk melindungi organ telinga pekerja perlu menggunakan APD K3 berupa penutup telinga atau ear muff. Bisa juga menggunakan sumbat telinga atau ear plug. Alat ini efektif melindungi telinga dari suara bising dan tekanan tinggi. Mengingat kondisi beberapa lokasi kerja bisa sangat bising. Dikarenakan suara mesin dan alat-alat berat.



Pelindung telinga harus selalu digunakan khususnya oleh pekerja yang sedang mengoperasikan alat atau mesin yang mengeluarkan suara cukup berisik. 

Penutup Telinga (Ear Muff) : Perlengkapan K3 seperti penutup atau penutup telinga biasanya digunakan untuk melindungi organ pendengaran dari suara berfrekuensi tinggi. Ear Muff dapat menurunkan frekuensi suara sebesar 20 hingga 30 decibel. Ikat kepala dan penutup telinga terdiri dari bantalan busa yang dapat melindungi seluruh bagian luar telinga.

Mekanik dan teknisi genset lah yang paling banyak menggunakannya. Namun, yang terbaik adalah menghindari penggunaan alat ini untuk waktu yang lama karena dianggap mengeras.

Penyumbat Telinga (Ear Plug) : Ketika alat ini digunakan, dapat memblokir atau mencegah kebisingan yang dapat membahayakan organ dalam telinga. Tingkat suara dapat dikurangi 10 hingga 15 desibel. Penyumbat telinga dibagi menjadi dua jenis: penyumbat telinga yang dapat digunakan berulang kali dan tidak sekali pakai, dan penyumbat telinga yang hanya dapat digunakan sekali dan sekali pakai.

Penyumbat telinga sekali pakai dibuat dengan bahan utama berupa plastik atau karet yang dicetak, berbeda dengan penyumbat telinga kapas sekali pakai. Peralatan K3 ini biasanya digunakan oleh pekerja ruang produksi yang terpapar banyak kebisingan mesin

 

4.   Pelindung Saluran Pernapasan

APD K3 untuk melindungi organ pernapasan bekerja dengan cara menyalurkan udara bersih ke dalam saluran pernapasan. Atau menyaring cemara di udara agar jangan sampai masuk ke dalam paru-paru. Misalnya cemaran dari bahan kimia, debu, mikroorganisme, kabut, uap, asap, gas, dan sebagainya. 



Alat pelindung untuk pernapasan terdiri dari banyak jenis. Di antaranya yang paling umum ada masker, respirator, dan katiri. Kemudian ada juga canister, airline respirator, rebreather, tangki selam, Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA), dan juga emergency breathing apparatus.

Masker : Sebagai pelindung pada bagian pernapasan seperti hidung dan mulut, menghindari paparan bahan berbahaya seperti debu bahan kimia, asap solder dan bau bahan kimia. Umumnya dibuat dengan bahan kain ataupun kertas. Ketika bekerja, masker ini cocok digunakan saat proses menyolder.

Respirator : Fungsi alat ini sebenarnya hampir sama dengan masker. Hanya saja respirator biasanya dipakai di lingkungan kerja yang berbahaya. Misalnya, di tempat kerja yang melibatkan bahan kimia, nuklir, gua, atau kondisi berbahaya lainnya.

 

5.   Pelindung Tangan

Peralatan K3 ini melindungi tangan dari kontak bahan kimia langsung serta cedera akibat benda tajam. Ada empat jenis sarung tangan yang biasanya digunakan di tempat kerja. Berguna untuk melindungi tangan dari luka, goresan, dan luka ringan dengan Sarung Tangan Katun dan Kulit. Sarung tangan karet sangat baik untuk mencegah kontak bahan kimia langsung pada tangan. Terakhir, ada Electrical Gloves, yang digunakan untuk melindungi tangan dari arus listrik tegangan rendah hingga tinggi.

 


6.   Pelindung Kaki

APD K3 untuk melindungi kaki yaitu berupa sepatu keselamatan yang jenisnya dibedakan sesuai jenis pekerjaan. Ada sepatu keselamatan yang dikenakan untuk pekerjaan peleburan, pengecoran logam.



Ada pula yang dipakai di tempat konstruksi bangunan serta jenis sepatu khusus untuk lokasi kerja lainnya. 

Sepatu keselamatan digunakan agar kaki dapat terlindungi dari tertimpa barang, terbentur benda berat, terkenan cairan berbahaya dengan suhu yang tinggi atau terlalu rendah.

Selain itu sepatu juga melindungi kaki dari bahan kimia berbahaya, jasad renik, dan menjaga agar kaki tidak tergelincir.

Sepatu Pelindung (Safety Shoes) : Sepatu Safety atau dikenal juga dengan sebutan sepatu pelindung adalah alas kaki yang melindungi bagian tubuh dari benda tajam, benda jatuh, larutan kimia, bahkan listrik. Sepatu jenis ini biasanya lebih tahan lama, memungkinkan untuk dipakai dalam jangka waktu yang lebih lama. Peralatan K3 ini tahan selip, tahan listrik, tahan bahan kimia, dan bahkan tahan panas, dan dapat diubah untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Sepatu Karet atau Boots : Saat bekerja di lokasi konstruksi tanpa alas kaki yang memadai, benda tajam di tanah dapat dengan mudah melukai kaki. Akibatnya, memakai sepatu bot dapat melindungi kaki pekerja dari penetrasi benda tajam, bahan kimia berbahaya, cairan panas, dan zat berbahaya lainnya

 

7.   Pakaian Pelindung

APD K3 dalam bentuk pakaian pelindung bisa berupa romi (vest), jaket, celemek (Apron/Coveralls), dan pakaian pelindung lainnya. Baik yang menutupi seluruh bagian tubuh atau hanya sebagian. 



Pakaian pelindung ini memiliki fungsi melindungi tubuh sebagian atau seluruhnya, dari bahaya temperatur yang ekstrim, bisa panas atau terlalu dingin.

APD tersebut juga dapat menjaga badan dari api, percikan bahan kimia berbahaya, cairan, logam panas, uap panas, radiasi, patogen, dan jenis bahaya lainnya. 

Wear pack atau Coverall : Wearpack adalah jenis pakaian pelindung yang dikenakan oleh karyawan di lingkungan berisiko tinggi.

Biasanya, pakaian ini menutupi leher mata, memberikan perlindungan untuk semua bagian tubuh. Untuk pekerja yang tidak dekat dengan api, bor atau kapas umumnya digunakan.

Pada umumnya terdapat garis pada wearpack yang penting untuk menghindari kemungkinan tertabrak atau human error lainnya.

Rompi Safety : Perlengkapan K3 ini merupakan salah satu alat pelindung diri bagi pekerja yang bekerja pada malam hari atau dalam keadaan minim cahaya.

Rompi poliester biasanya digunakan karena memantulkan cahaya dengan baik. Ini memiliki reflektor tambahan karena dikembangkan khusus untuk itu.

Rain Coat : Jas hujan untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dari pekerjaan air saat personel diharuskan bekerja di tengah hujan atau dengan fasilitas air utama. Beberapa jas hujan dirancang agar tahan tidak hanya terhadap air, tetapi juga terhadap panas dan api.

 

8.   Alat Pengaman di Ketinggian

Dalam Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi no 8 tahun 2010 alat ini disebut dengan istilah alat pelindung jatuh perorangan. Artinya yaitu alat yang berfungsi membatasi gerak badan pekerja supaya tidak terjatuh atau menjaga agar pekerja tetap berada pada posisi yang diinginkan dalam keadaan tergantung. 



Jenis alat pelindung dari ketinggian terdiri dari tali pengaman (safety rope), sabuk pengaman (harness), tali koneksi (lanyard), karabiner. Alat penjepit tali (rope clamp), alat penahan jatuh (mobile fall arrester), dan alat penurun (descender), juga termasuk ke dalam alat pelindung jatuh perorangan. 

Body Harness : Body harness adalah peralatan yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan di ketinggian. Instrumen ini dapat membantu mencegah tubuh dari keruntuhan. Sebuah tambatan atau keselamatan diposisikan di bagian depan dan dikenakan di seluruh tubuh.

 

 

9.   Pelampung

Pada beberapa lokasi kerja, pelampung perlu disediakan sebagai standar APD K3. Alat ini berfungsi menjaga pengguna yang sedang bekerja di atas permukaan air atau di atas air, supaya tidak tenggelam. 



Selain itu pelampung juga bisa digunakan untuk mengatur tingkat keterapungan, agar pengguna bisa berada dalam posisi melayang di dalam air atau bahkan tenggelam sesuai dengan kedalaman yang diinginkan. 

Jenis pelampung yang biasa digunakan dalam industri di antarannya ada jaket keselamatan (life jacket), lalu ada juga rompi keselamatan (life vest). Selain itu untuk mengatur keterapungan ada alat yang disebut buoyancy control device. 

 

10.       Sabuk Pengaman (Safety Belt)

Pada kendaraan proyek pengangkutan material, sabuk pengaman digunakan sebagai alat pelindung diri bagi pengemudi dan juga sebagai pelindung bagi penumpang. Alat K3 ini juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti tabrakan antara manusia dengan mobil.

 


11.       Safety APAR

Selain perlindungan diri, terdapat alat yang dapat digunakan sebagai bentuk perlindungan diri di lokasi proyek untuk mempertahankan diri dari ancaman kebakaran. Pemadam Api Ringan, juga dikenal sebagai APAR, adalah perangkat yang dapat mengontrol atau mengamati api kecil. Biasanya berupa alat pemadam api bertekanan tinggi dalam tabung.

 


12.       Detektor

Detektor adalah peralatan K3 yang beroperasi sebagai pendeteksi kemungkinan kecelakaan. Alat ini dapat mendeteksi adanya gas karbon monoksida yang dapat menyebabkan kebakaran, serta suhu aliran listrik bahkan pendeteksiannya.

 


13.       Alarm

Alarm sering digunakan bersama dengan perangkat deteksi. Tujuan dari peralatan ini adalah agar karyawan di tempat kerja dapat mendengar hasil detektor melalui suara yang dihasilkannya. Misalnya, alarm kebakaran yang terpicu ketika mendeteksi gas di sekitar area kerja.

 


14.       Relief System

Relief System merupakan bagian dari peralatan K3 yang bertujuan untuk menjaga kondisi tempat kerja tetap nyaman dan aman. Misalnya, jika tangki memiliki tekanan yang lebih tinggi, peralatan ini dapat terbuka secara otomatis, memastikan bahwa tekanan dipertahankan dengan cara yang aman.

 


15.       Pelindung Fisik (Physical Guard)

Alat pengaman ini melindungi pekerja dari kontak langsung dengan energi atau bahan berbahaya. Alat rockwool yang dimasukkan ke dalam pipa, misalnya, dapat melindungi pekerja agar tidak bersentuhan langsung dengan energi panas yang tercipta.

 


16.       Alat Penyelamat (P3K)

P3K merupakan perlengkapan terakhir K3 yang harus ada di area kerja atau proyek. Item ini digunakan jika terjadi kecelakaan dan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan efek dari cedera di tempat kerja.Demikian penjelasan singkat mengenai peralatan K3 beserta jenis-jenisnya. Idealnya di tempat kerja harus menyediakan alat pelindung diri kesehatan yang sesuai dengan standar.

 


 

 

Referensi

https://www.sinarindoglobal.com/berita/show/jenis-dan-manfaat-alat-pelindung-diri-dalam-k3-1654143151

https://mutucertification.com/alat-pelindung-diri-k3/

https://astacipta.com/alat-pelindung-diri-dalam-k3-beserta-jenis-dan-fungsinya/

https://pixabay.com/

 

KISAH WIRAUSAHA SUKSES

    Di antara makhluk hidup yang di ciptakan Tuhan Yang Maha Esa, manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Manusia membutuhkan peke...