Hewan Khas Sumatera Selatan : Ikan Belida (Chitala Lopis)

ikan belida
Ciri khas ikan ini berupa bentuk tubuh yang menyerupai pisau dengan berat rata-rata 1kg dan panjang tubuh 87,5 cm.
Makanan utamanya berupa anak ikan dan udang.
Bisa ditemukan di perairan tawar Jawa dan Kalimantan.
Ikan belida mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1)   Badan pipih dan memanjang dengan bagian punggung yang tampak mencembung.
2)   Bagian perut berduri ganda.
3)   Bagian ekor juga memanjang.
4)   Sisik kecil, sikloid, pada samping badan membentuk gurat sisi.
Merupakan ikan air tawar yang bersifat predator atau pemangsa dan nokturnal (aktif pada malam hari). Pada siang hari biasanya bersembunyi diantara vegetasi.
Makanannya berupa anak-anak ikan dan udang.
Tak jarang mangsanya berukuran lebih besar.
Ikan belida jantan bertugas membuat sarang yang dibuatnya dari ranting dan daun, juga menjaga telur dan anak-anaknya.
Ikan belida dapat menghirup udara dari atmosfir.
Ikan karnivora ini hidup di kedalaman 2-3 meter di tempat-tempat gelap.
Saat air sungai meluap, mereka naik ke rawa-rawa untuk kawin dan melepas telurnya di sana.
Lembaga penelitian berusaha menyusun teknologi budidayanya.
Hingga 2005, Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, di Kalimantan Selatan telah mencoba membudidayakan, menangkarkan serta memperbanyak benih ikan belida

A.  Klasifikasi Ilmiah Ikan Belida

KINGDOM
: ANIMALIA
Class
: Actinopterygii
Filum
: Chordata
Ordo
: Osteoglossiformes
Famili
: Notopteridae
Genus
: Chitala
Spesies
: Chitala lopis

B.  Ciri-Ciri Ikan Belida
Berikut ini ciri-ciri ikan belida :
1.   Morfologi Ikan Belida (Chitala lopis)
Berukuran sedang, panjang maksimum 100 cm
Berat rata-rata 0,5-1 kg, di alam asli bisa mencapai 2 - 4 Kg.
Bentuk badannya pipih dengan kepala yang berukuran kecil
Di bagian tengkuknya terlihat bungkuk.
Rahang atas letaknya jauh di belakang mata.
Badan tertutup oleh sisik yang berukuran kecil.
Sisik di bagian punggungnya berwarna kelabu
Sedangkan di bagian perutnya putih keperakan.
Pada bagian sisinya terdapat lingkaran putih seperti bola-bola hitam
Yang masing-masing dikelilingi lingkaran putih.
Dengan bertambahnya umur hiasan tubuh ikan belida akan hilang dengan sendirinya
Dan diganti oleh garis-garis kehitaman
Sistem reproduksi ikan ini dengan bertelur.
2.   Habitat Ikan Belida (Chitala lopis)
Sungai-sungai besar dan daerah yang sering tergenang banjir.
Di daerah dataran rendah tidak lebih dari 30 m dpl.
3.   Penyebaran Ikan Belida (Chitala lopis)
Sumatera, Jawa dan Kalimantan
4.   Populasi Ikan Belida (Chitala lopis)
Termasuk jenis hewan  langka yang dilindungi.
5.   Cara Makan Ikan Belida (Chitala Lopis)
Ikan ini menyenangi perairan sungai yang banyak terdapat pohon kayu yang tumbang dan di rawa banjiran yang berhutan
Karena diduga batang kayu baik yang masih hidup maupun yang sudah mati merupakan rumpon bagi ikan kecil dan berfungsi sebagai media bagi udangdan serangga air
Selain menjadi makanan bagi ikan belida juga menjadi substrat tempat menempel telur yang dibuahi Ikan belida termasuk ikan karnivora
Matang gonad sepanjang tahun dengan fekunditas telur 260-6,080 butir
6.   Reproduksi Ikan Belida (Chitala lopis)
a.     Ikan belida jantan
Ikan air tawar, pemangsa ikan kecil dan krustasea, dewasa berukuran 1,5-7 kg
Dengan ciri khas ikan berpunggung pisau:
Punggungnya meninggi sehingga bagian perut tampak lebar dan pipih.
Lopis dicirikan melalui sirip duburnya yang menyambung dengan sirip ekor
Berawal tepat di belakang sirip perut yang dihubungkan dengan sisik-sisik kecil.
Bentuk kepala dekat punggung cekung dan rahangnya semakin panjang
Sesuai dengan meningkatnya umur sampai jauh melampaui batas bagian belakang mata pada ikan yang sudah besar.
b.      Ikan belida betina
Betina memiliki sirip perut relatif pendek dan tidak menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk bulat.
Ketika birahi (matang gonad), bagian perut membesar dan kelamin memerah. 
Jantan memiliki sirip perut lebih panjang dan menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk tabung, ukuran lebih kecil daripada betina.
Jika jantan siap pijah alat kelamin memerah dan mengeluarkan cairan putih (cairan sperma) jika ditekan/diurut.
Telur biasanya diletakkan di batang terendam pada kedalaman hingga 1m.
Dalam rekayasa penangkaran, batang bambu atau papan dipakai sebagai tempat penempelan telur. Pemijahan dilakukan pada musim penghujan (di BBAT Agustus hingga Maret).
Dalam sekali pemijahan, seekor betina rata-rata menghasilkan 288 butir telur
Meskipun dapat menghasilkan hampir dua kali lipat dari jumlah itu.
Derajat pembuahan berkisar 30-100 %.
Derajat penetasan 72,2% dan sintasan (survival rate) larva adalah 64,2%.
Larva menetas sekitar 72-120 jam (3-5 hari) pada suhu air 29-30 °C.
Larva bersifat kanibal sehingga perlu perlindungan. 
Benih berusia 3 hari sudah mulai dapat makan udang artemia.
Benih berusia satu bulan sudah dapat dideder di akuarium
Dan satu bulan kemudian siap dideder di kolam.
Ikan dengan ukuran 15cm siap untuk pembesaran.
Belida lebih aktif pada malam hari, dan mulai respon terhadap makanan pada sore hari.
Hewan ini menyukai bagian gelap dari sungai
Biasanya hidup di lubuk di bawah pepohonan.

C.  Jenis-Jenis Ikan Belida
1.   Ikan Belida Bangkok ( N. chitala )
Ikan belida Bangkok (N. Chitala) Tubuh pipihnya diselimuti warna perak abu-abu
Yang menarik dari belida bangkok ini adalah totol-totol hitam
Dan besar-besar yang membentang sampai ke ekor.
Panjangnya bisa mencapai 90 cm dan juga tersebar di Birma dan India.
2. Ikan Belida Afrika
Ikan belida Afrika panjang tubuhnya bisa mencapai 60 cm
Jenis ini tersebar di Afrika barat, mulai dari Kamerun sampai Zaire.
Ikan belida Afrika sangat mirip ikan salmon apalagi yang masih muda.
Warna pada tubuh jenis Afrika ini dihiasi garis-garis hitam tebal yang tak beraturan
Layaknya sebuah lukisan batik. 
Akan tetapi seiring berjalanya waktu dan ikan belida Afrika ini makin besar
Maka lukisan batik yang indah ini memudar dan pada akhirnya menghilang.
Setelah itu punggungnya berubah menjadi polos
Dan pada bagian lainnya berubah menjadi totol-totol hitam.
3. Ikan Belida Lokal ( N. notopterus )
Jenis yang ini adalah yang paling polos warna tubuhnya, yakni abu-abu kehitaman.
Hanya saja pada saat masih muda bertotol hitam dan kecil-kecil
Dan menghilang dengan sendirinya pada saat dewasa.

D.  Peluang Usaha Ikan Belida
Bisnis peternakan ikan belida memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati.
Begitupun dengan bisnis budidaya ikan belida yang menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan. Untuk memulai bisnis budidaya ikan belida ini tidak sulit.
Bisa di mulai dengan mudah dengan modal yang kecil.
Anda dapat memulai bisnis budidaya ikan belida di lahan kecil atau dekat pekarangan rumah.
Bisnis budidaya ikan belida ini bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang.
Anda yang kini bingung mencari pilihan bisnis yang tepat.
Dengan kemauan dan minat yang tinggi maka bisnis budidaya ikan belida ini dapat Anda jalankan dengan mudah.
1.   Konsumen bisnis budidaya ikan belida
Konsumen budidaya ikan belida memang tidaklah sulit, konsumen budidaya ikan belida cukup besar mulai dari orang-orang yang suka memelihara ikan belida hias jenis ikan belida.
2.   Peralatan bisnis budidaya ikan belida
Dalam bisnis budidaya ikan belida membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya wadah dan jerigen, pompa air, pembuatan kolam ikan belida, pengadaan bibit ikan belida, selang dan paralon, timba, jaring, terpal,  peralatan pembersih kolam, sewa lahan, drum,  dan lainnya. Dengan adanya peralatan tersebut maka bisnis budidaya ikan belida makin maksimal.
3.   Pemasaran budidaya ikan belida
Dalam berjualan budidaya ikan belida, Anda bisa memasarkannya dengan cara menjualnya ke pasar atau langsung ke pengepul. Serta juga bisa memasarkan ikan belida ke pecinta ikan hias jenis ini.
4.   Karyawan bisnis budidaya ikan belida
Karyawan dalam menjalankan bisnis budidaya ikan belida bisa menggunakan satu orang dahulu dalam permulaan.
5.   Harga jual budidaya ikan belida
Patokan harga untuk budidaya ikan belida dapat Anda buat dalam hitungan per ekor dimana harga mulai Rp 50.000 hingga Rp 400.000. Ini tergantung dari harga ikan belida yang ada di pasaran.
6.   Keuntungan dalam menjalankan bisnis budidaya ikan belida
Keuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang bisnis budidaya ikan belida ini yakni merupakan bisnis peternakan ikan belida yang paling menguntungkan. Sebab pemasaran ikan belida terbilang mudah.
7.   Kekurangan bisnis budidaya ikan belida
Segi kekurangan bisnis budidaya ikan belida ialah budidaya ikan belida memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat.
8.   Analisa bisnis budidaya ikan belida
Investasi
Peralatan
 Harga 
pengadaan bibit ikan belida
 Rp.
    2.893.500
jaring
 Rp.
       238.000
 selang dan paralon
 Rp.
           78.500
pembuatan kolam ikan belida
 Rp.
    2.728.500
peralatan pembersih kolam
 Rp.
         48.000
 timba
 Rp.
         84.600
pompa air
 Rp.
       481.800
terpal
 Rp.
       128.800
sewa lahan
 Rp.
      2.380.800
drum
 Rp.
       228.900
wadah dan jerigen
 Rp.
         88.800
 Peralatan tambahan yang lainnya
 Rp.
         78.000
 Jumlah Investasi
 Rp.
 9.458.200

Biaya Operasional per Bulan
 Biaya Tetap
 Penyusutan pengadaan bibit ikan belida 1/62 x Rp 2.893.500
 Rp.
         46.669
 Penyusutan jaring 1/62 x Rp 238.000
 Rp.
             3.839
 Penyusutan selang dan paralon 1/62 x Rp. 78.500
 Rp.
             1.266
 Penyusutan pembuatan kolam ikan belida 1/62 x Rp 2.728.500
 Rp.
         44.008
 Penyusutan peralatan pembersih kolam 1/44 x Rp.48.000
 Rp.
             1.091
 Penyusutan timba 1/44 x Rp. 84.600
 Rp.
             2.014
 Penyusutan pompa air 1/62 x Rp 481.800
 Rp.
             7.771
 Penyusutan terpal 1/44 x Rp. 128.800
 Rp.
             2.927
 Penyusutan sewa lahan 1/12 x Rp. 2.380.800
 Rp.
       199.000
 Penyusutan drum 1/44 x Rp. 228.900
 Rp.
             5.202
 Penyusutan wadah dan jerigen 1/62 x Rp. 88.800
 Rp.
             1.432
 Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp.78.000
 Rp.
             1.258
 gaji karyawan
 Rp.
    1.600.000
 Total Biaya Tetap
 Rp.
  1.916.478

Biaya Variabel
pakan
 Rp.
   34.800
 x
30
 =
 Rp.
   1.044.000
pelet
 Rp.
   73.000
 x
30
 =
 Rp.
   2.190.000
pakan tambahan
 Rp.
   27.500
 x
30
 =
 Rp.
      825.000
bahan lainnya
 Rp.
   19.500
 x
30
 =
 Rp.
      585.000
obat-obatan
 Rp.
   22.800
 x
30
 =
 Rp.
      684.000
vitamin
 Rp.
  27.000
 x
30
 =
 Rp.
      810.000
pengemas
 Rp.
   15.500
 x
30
 =
 Rp.
     465.000
biaya angkut dan transportasi
 Rp.
  31.000
 x
30
 =
 Rp.
     930.000
 air dan listrik
 Rp.
  40.000
 x
30
 =
 Rp.
   1.200.000
 Total Biaya Variabel
 Rp.
 8.733.000

Total Biaya Operasional
 Biaya tetap + biaya variabel =
 Rp.
 10.649.478

Pendapatan per Bulan
 harga ikan belida
  20
 ekor
 x
 Rp.
250.000
 =
 Rp.
 5.000.000
Rp.
5.000.000
 x
     3
 hr
 =
 Rp.
15.000.000

Keuntungan per Bulan
 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
 Rp.
   15.000.000
 –
 10.649.478
 =
 Rp.
    4.350.522

Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan =
 Rp.
 9.458.200
 :
4.350.522
 =
           2
 bln

Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis budidaya ikan belida sangat menguntungkan dimana modal Rp 4.771.920 dengan keuntungan per bulan Rp 2.551.214 dan balik modal dalam 2  bulan.

E.  Cara Budidaya Ikan Belida
Ikan belida terbesar beratnya bisa mencapai 7 kg
Bahkan yang pernah teridentifikasi ikan belida mampu tumbuh sepanjang 1 meter dengan berat maksimal 15 kg.
Untuk itu pertama kali yang dibutuhkan untuk memelihara dan merawat ikan belida adalah
1. Aquarium besar, ukuran yang paling ideal 2x1.5 meter.
Isi dengan air yang ketinggianya 30 hingga 45 cm. 
2. Jaga suhu air aquarium tetap sekitar 24 - 28 derajat Celcius
3.  pH air 6,2
4.  Beri aquarium kayu-kayuan yang berserakan atau tumbuhan untuk tempat sembunyi ikan belida
5. Berilah pakan secara teratur 2 kali sehari, pagi dan sore hari.
Udang kecil yang masih hidup dan anak-anak ikan mas yang masih kecil adalah makanan ikan belida yang paling disukai.
6. Campur ikan belida dengan ikan hias predator yang seukuran

Cara Budidaya Ikan Belida di Kolam
1.   Persiapan kolam
Ikan belida merupakan jenis ikan air tawar
Sehingga budidaya ikan belida dapat dilakukan dalam kolam tanah maupun kolam terpal.
Pada intinya, kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan belida harus berukuran besar
Karena pada puncak pertumbuhannya ikan belida dapat mencapai 1-7 kg.
Minimal ukuran kolam yang disiapkan untuk budidaya ikan belida adalah dua meter persegi
Dan ketinggian air kolam minimal harus 30 cm.
Dikarenakan habitat asli belida adalah di air yang mengalir
Maka gunakan kolam dengan air yang mengalir.
2.   Pemupukan dasar kolam
Sama dengan persiapan budidaya ikan lain, pemupukan kolam untuk budidaya ikan belida juga diperlukan.
Pemupukan ini bertujuan untuk menyuburkan tanah dan memusnahkan hama pengganggu budidaya ikan belida.
Persiapan dapat dilakukan dengan cara mengeringkan kolam hingga retak kemudian diberi pupuk organik.
Setelah itu kolam baru diisi dengan air secara bertahap.
Untuk kolam yang terbuat dari terpal cara ini tidak perlu dilakukan.
Yang pasti, terpal yang akan digunakan harus steril dan aman dari gangguan.
3.   Penebaran benih
Bibit ikan belida bisa didapatkan dari hasil pemnijahan sendiri atau dari hasil budidaya.
Untuk melakukan pembibitan secara independen, pembudidaya harus mencari indukan pejantan dan indukan betina.
Indukan jantan dapat diketahui dari ciri fisiknya yaitu sirip perut yang panjang, berukuran lebih kecil dari betina, kelamin berbentuk tabung.
Sedangkan indukan betina mempunyai ciri fisik yang terbalik dari pejantan.
Saat masa kawin tiba, alat kelamin pejantan akan memerah dan mengeluarkan sperma berwarna putih. Letakkan bambu di dasar kolam sebagai lokasi penempelan telur.
Bambu harus panjang sekitar semeter karena dalam sekali pemijahan indukan betina bisa menghasilkan hingga 300 butir telur.
4.   Pemberian pakan
Ikan belida termasuk jenis ikan karnivora, sehingga akan memakan segala jenis ikan terutama yang kecil. Pada saat berumur tiga hari, larva ikan belida sudah dapat memangsa udang kecil.
Belida dapat melahap jenis ikan maupun udang apa saja sesuai dengan ukuran mulutnya
Untuk itu pemberian pakan harus dilakukan secara teratur untuk menghindari hal ini terjadi.
Berikan pakan berupa ikan kecil seperi anakan ikan lele atau anakan ikan mas juga udang.
Pakan lain yang juga dapat diberikan adalah katak yang masih kecil.
Pemberian pakan dilakukan tiga kali dalam sehari.
5.   Pemanenan
Tidak seperti jenis ikan lainnya, ikan belida mempunyai waktu relatif lama dalam pemanenan.
Masa panen ideal ikan belida adalah sekitar satu tahun
Atau setidaknya hingga berbobot 500-700 gram.
 Pemanenan ikan belida dapat dilakukan secara satuan maupun secara total
Hal ini biasanya dipengaruhi oleh permintaan konsumen.