Hewan Khas Riau : Serindit (Loriculus galgulus)

serindit

Burung serindit  sejak lama disukai masyarakat.
Bukan hanya pecinta burung bahkan orang awam juga menyukai burung cantik yang suka bergelantungan seperti kelalawar ini.
Serindit mestinya menjadi burung kebanggaan Indonesia.
Malaysia bahkan sudah lebih dulu mengklaim serindit sebagai salah satu burung khas mereka.
Padahal mereka hanya memiliki satu dari 13 spesies serindit yang ada di dunia, yaitu serindit melayu.

Hewan Khas Sumatera Barat : Kuau Raja (Argusianus Argus)

kuau raja

Burung kuau raja selain berukuran sangat besar .
Juga memiliki bulu bermotif bundaran-bundaran menyerupai mata berwarna cerah dan berbintik-bintik keabu-abuan.
Apalagi ketika bulu ekornya dikembangkan.
Karena itulah Carolus Linnaeus kemudian memberikan nama ilmiah Argusianus argus kepada burung kuau raja.
Argus sendiri merupakan sosok raksasa bermata seratus dalam mitologi Yunani.

Hewan Khas Nanggroe Aceh Darussalam : Ceumpala Kuneng (Trichixos Pyrropygus)


ceumpala kuneng

Ceumpala Kuneng adalah salah satu burung kebanggaan rakyat Aceh.
Pada saat kejayaan Kerajaan Aceh, dibawah kepimimpinan Sultan Iskandar Muda, Ceumpala Kuneng telah di kenal serta disebut-sebut dalam beragam hikayat Aceh.
Oleh karena ketenarannya burung jadikan Fauna Jati diri Provinsi Aceh.
Burung asli Indonesia ini mempunyai beberapa nama mulai Cempala Kuneng, Kucica Ekor-kuning, dan Ceumpala Kuneng, serta dalam bahasa Aceh sendiri terkadang disebut sebagai cicem pala kuneng.

Hewan Khas Sumatera Utara : Beo Nias (Gracula Religiosa Robusta)

beo nias

Orang-orang menyebutnya burung beo, meski nama resmi yang disepakati para ornitholog Indonesia adalah tiong emas (Gracula religiosa).
Burung beo termasuk dalam keluarga jalak-jalakan (Sturnidae).
Di seluruh dunia terdapat lima spesies / jenis burung beo, yaitu:
1.   Beo biasa  / tiong emas / common hill myna (Gracula religiosa)
2.   Beo nias / nias hill myna (Gracula robusta)
3.   Beo enggano / enggano hill myna (Gracula enganensis)
4.   Beo india / southern hill myna (Gracula indica)
5.   Beo srilanka / srilanka hill myna (Gracula ptilogenys)
Tiga spesies yang disebutkan pertama terdapat di Indonesia. Khusus tiong emas, spesies ini juga dijumpai di beberapa negara Asia lainnya.